Media Sosial

Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Prabowo, Andi Arief: Kesuksesan 90 Persen Ditentukan Sendiri

Andi Arief yang sempat berseteru dengan Partai Koalisi itu mendoakan Prabowo Subianto agar sukses dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Prabowo, Andi Arief: Kesuksesan 90 Persen Ditentukan Sendiri
Kolase/TribunWow
Prabowo Subianto dan Andi Arief 

CALON presiden Prabowo Subianto turut mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

Andi Arief yang sempat berseteru dengan Partai Koalisi itu mendoakan Prabowo Subianto agar sukses dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Doa dan harapannya dituliskan lewat akun twitternya @Andi AriefArief_ pada Rabu (17/10/2018). Andi Arief berdoa agar Prabowo Subianto sehat dan berkarya untuk bangsa dan negara, serta memenangkan Pilpres bersama pasangannya, Sandiaga Salahuddin Uno.

"Selamat Ulang Tahun Pak Prabowo, saya dan Partai Demokrat mendoakan bapak tetap semangat, selalu sehat dan bisa berbuat yang terbaik. Semoga Pilpres 2019 bapak bisa sukses, kesuksesan itu 90 persen ditentukan olah bapak sendiri. Kami mendukung dan tidak pernah berhenti berdoa," tulisnya.

Walau Andi Arief mendoakan, sejumlah pendukung Prabowo Subianto tetap memandang sinis Andi Arief. Mereka menyinggung kalimat Andi Arief, khususnya persentase kesuksesan yang dipengaruhi oleh diri sendiri, seperti komentar Suta Wijaya lewat akun @NgurahSuta2.

"90% ditentukan Pak Prabowo, 10% partai pendukung, teamses dan team hore. Mantap bener...sudah mulai lepas tangan neh..?" tulis Suta Wijaya.

Baca: Andi Arief Nilai Prabowo Kurang Serius dan Agak Malas-malasan Jadi Presiden

"Si @Andi AriefArief__ gak do'a-kan @Prabowo jadi Presiden. Berkelat kelit bahkan #KlaimDanSeolahOlah dukung pdhl sbnrnya jaringan/anggota PRD masih dendam ke Prabowo dan Umat Islam. Dasar duri dalam daging luh. Anak durhaka," tulis Irwan lewat akun @irwank2k2.

Sebelumnya, Andi Arief menyebut Prabowo Subianto sebagai Jenderal Kardus karena dinilai tidak tegas menentukan pilihan.

Istilah Jenderal Kardus digunakannya lantaran Prabowo Subianto justru memilih Sandiaga Uno menjadi calon wakil presiden.

Sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sebelumnya digadang-gadang menjadi pendamping Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019, justru tidak terealisasi.

Istilah tersebut pun kian viral lantaran Andi Arief menyebut Sandiaga Uno merebut posisi dengan mahar sebesar Rp 1 triliun yang disetorkan kepada PKS dan PAN. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved