Media Sosial

Polisikan Akun FB Penyebar Hoaks, Caleg PDIP Ini Minta Kampanye di Depok Bebas Hoaks

Caleg dari PDIP, Novi Anggriani bersama beberapa politisi PDIP telah melaporkan akun Facebook Razak Ohorella ke Mapolresta Depok, Senin.

Polisikan Akun FB Penyebar Hoaks, Caleg PDIP Ini Minta Kampanye di Depok Bebas Hoaks
Kompas/Agus Susanto
UJARAN kebencian dan berita bohong yang menyebar melalui media sosial menjadi salah satu materi yang belakangan ini banyak dibicarakan. Banyak perlawanan terhadap berita tidak benar dan cenderung menyuburkan sikap intoleransi antarwarga bangsa. 

CALON legislatif atau anggota DPRD Kota Depok, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Novi Anggriani bersama beberapa politisi PDI Perjuangan Kota Depok lainnya, yakni Diddy Kurniawan, Donny Sudrajat dan Benny Latul, telah melaporkan akun Facebook (FB) atas nama Razak Ohorella ke Mapolresta Depok, Senin (15/10/2018).

Akun FB tersebut dilaporkan karena dituding telah menyebarkan hoaks atau berita bohong berupa kampanye hitam yang mengatakan bahwa PDI Perjuangan tidak membutuhkan suara umat muslim.

Kasus ini masih dalam penyelidikan Mapolresta Depok.

"Kami harap ke depan tidak ada lagi kampanye politik dengan hoaks seperti ini," kata Novi, Rabu (17/10/2018).

Karenanya ia meminta kepada seluruh stakeholder di Depok, terkait Pemilu 2019 tidak berkampanye dengan menggunakan hoaks.

"Kampanye politik di Depok mesti tanpa hoaks," katanya.

Sebab kata dia dampak kerusakan dari hoaks sangat buruk.

"Seperti mengancam instabilitas sosial dimana akan banyak masyarakat akar rumput yang akan menjadi korbannya. Juga, dengan hoaks, maka kualitas demokrasi kita juga akan semakin menurun. Pada akhirnya dampak kepada pembangunan fisik dan sumber daya manusia akan melambat," kata Novi.

Agar kampanye dengan hoaks tidak terjadi dan tak efektif, Novi menghimbau kepada seluruh warga Depok agar kritis dalam menerima setiap informasi terkait kampanye politik.

"Caranya dengan tidak langsung percaya pada satu sumber informasi saja tetapi bandingkan dengan sumber informasi lainnya. Kemudian periksa juga sumber informasinya, apakah kredibel atau tidak. Selain itu waktu terkait informasi apakah baru atau daur ulang juga mesti dicermati," kata Novi.

Novi menegaskan semua pihak termasuk penegak hukum agar bersikap tidak memberi toleransi kepada para pelaku baik pembuat maupun penyebar hoaks di Depok.

"Jika ada pembuat atau penyebarnya, maka harus dilaporkan ke kepolisian. Ini sebagai efek jera dan pelajaran bagi warga yang lain agar lebih berhati-hati dalam kampanye politik ini," kata Novi. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved