Satu Tahun Anies Baswedan Jadi Gubernur DKI, Fraksi PDIP Nilai OK OCE Gagal Total

Anies Baswedan hari ini tepat menginjak satu tahun masa kerjanya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Satu Tahun Anies Baswedan Jadi Gubernur DKI, Fraksi PDIP Nilai OK OCE Gagal Total
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Gerai makanan OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship), di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, sedang melayani pembeli, Rabu (12/9/2018). 

ANIES Baswedan hari ini tepat menginjak satu tahun masa kerjanya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menyoroti beberapa program dan janji Anies-Sandi kepada masyarakat, salah satunya yaitu One Kecamatan One Center Enterpreneuship (OK OCE)

Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono memaparkan, program OK OCE ditargetkan mampu melahirkan 200 ribu pengusaha baru selama lima tahun, dengan 44 pos pengembangan di setiap kecamatan.

Baca: Polisi Jakarta Barat Bekuk Pelaku Curas yang Sudah Beraksi di 35 Lokasi

Artinya, harus ada 40 ribu pengusaha baru setiap tahunnya di Jakarta, yang telah mengikuti pelatihan dan dapat menjalankan usaha.

Sedangkan di website OK OCE, terpantau sebanyak 54.564 orang sudah terdaftar. Namun, Gembong Warsono tak menilai hal tersebut sebagai keberhasilan. Sebab, banyak yang belum mendapat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).

"Mereka belum bisa menjalankan usahanya karena belum mendapatkan izin usaha. Tak ada izin, tak dapat menjalankan usahanya," ujar Gembong Warsono saat dikonfirmasi, Selasa (16/10/2018).

Baca: Prostitusi Online di Apartemen Center Point, Satpol PP Bakal Data Penghuni dan Agen Penyewa Unit

Data faktual menunjukkan bahwa dari Januari sampai sampai awal Oktober 2018, hanya 3.31 persen dari 54.565 orang yang mendapat izin usaha, yakni 1.811 orang saja.

"Artinya dalam setahun kepemimpinan Gubernur Anies bersama Sandiaga Uno (saat itu), baru berhasil mencetak pengusaha baru sekitar 3,31 persen, terlampau jauh dari sasaran awal," ungkap Gembong Warsono .

Selain itu, program OK OCE Gerai Tani juga dinilai jauh dari target. Sebab, Pemprov telah menargetkan 20 gerai di enam wilayah DKI Jakarta.

Baca: Ini Alasan Polisi Periksa Amien Rais dalam Kasus Ratna Sarumpaet

Namun, hingga saat ini baru berdiri dua Gerai Tani, yakni di Ragunan Jakarta selatan yang diresmikan pada 20 Juli 2018, dan di Klender, Jakarta Timur yang diresmikan pada 7 Agustus 2018.

"Artinya sekali lagi, Gubernur Anies Baswedan Bersama Wakil Gubernur Sandiaga S Uno (saat itu) sangat tidak mampu memenuhi janjinya untuk memberikan akses pangan dengan harga murah melalui pendirian 20 Gerai Tani OK OCE," papar Gembong Warsono .

Begitu juga janji terkait pendirian OK OCE Mart yang rencananya sebanyak 44 toko dibuka pada tahun pertama.

Baca: DPR Usul Ibu Kota Sulawesi Tengah Dipindahkan dari Palu

Namun, hingga saat ini hanya ada tujuh lokasi yang diresmikan, yakni di Cikajang, Muara Angke, Kalibata, Jalan Benyamin Sueb, Rawamangun, Penjaringan, dan Kembangan.

"Dengan begitu terbukti sudah, program OK OCE gagal total mencapai targetnya," ucap Gembong Warsono. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved