PII Optimis Target Penjaminan Infrastruktur KPBU Rp 210 Triliun Tercapai

saat ini PII telah memberikan penjaminan atas 16 proyek infrastruktur dengan skema KPBU senilai Rp176 triliun

PII Optimis Target Penjaminan Infrastruktur KPBU Rp 210 Triliun Tercapai
Istimewa
Armand Hermawan Dirut PT PII (tengah) 

BUMN PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) optimis mencapai target penjaminan infrastruktur dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp210 triliun tercapai pada akhir tahun ini.

Direktur Utama PII Armand Hermawan dalam siaran persnya mengatakan, saat ini PII telah memberikan penjaminan atas 16 proyek infrastruktur dengan skema KPBU senilai Rp176 triliun. Dua proyek direncanakan segera diberikan penjaminan yakni proyek SPAM Semarang Barat dan Kereta Api Makassar-Parepare.

Armand menjelaskan ke 16 proyek itu yakni, 1 proyek PLTU Batang, 10 proyek jalan tol (Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang dan Manado-Bitung, Jakarta-Cikampek II Elevated, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Serang-Panimbang, Probolinggo-Banyuwangi dan Jakarta-Cikampek II Sisi Selatan).

Kemudian, dua proyek air minum (SPAM Umbulan dan SPAM Bandar Lampung) dan 3 proyek telekomunikasi (seluruh paket Proyek Palapa Ring yaitu Barat, Tengah dan Timur).

Diluar proyek penjaminan murni, tahun ini PII juga menargetkan penyelesaian perjanjian penjaminan untuk tiga proyek infrastrutkur yang mendapat fasilitas penyiapan proyek. Ketiga proyek itu yakni preservasi Jalan Lintas Timur Sumatra di Sumatra Selatan dan Riau, Kereta Api Makassar-Pare Pare, dan Rumah Sakit Dharmais.

Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatra telah memasuki tahap prakualifikasi untuk ruas Sumsel dan tahap FBC untuk ruas Riau. Di proyek senilai Rp2,2 triliun ini, sebanyak 16 badan usaha telah menyampaikan minat mengikuti lelang. Di proyek KA Makassar—Pare Pare tahapan telah sampai pada pengumuman hasil prakualifikasi.

Armand menjelaskan berdasarkan kajian IIGF Institute dan Universitas Indonesia tentang Analisis Dampak Ekonomi dari Penjaminan Infrastruktur di Indonesia, secara umum, terdapat tiga jenis dampak terhadap perekonomian yang ditimbulkan oleh keberadaan suatu proyek, termasuk proyek infrastruktur.

"Pertama adalah penciptaan nilai tambah. Dampak kedua adalah penciptaan pendapatan tenaga kerja. Dan dampak yang ketiga adalah total lapangan kerja yang tercipta dari kehadiran proyek infrastruktur, yang merupakan dampak dari peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor yang terdampak oleh kehadiran proyek infrastruktur secara langsung dan tidak langsung," ujarnya.

Proyek infrastruktur jalan tol adalah salah satu jenis proyek infrastruktur yang memiliki fokus pada mendorong aktivitas ekonomi. Secara total,  kata dia,Tol Pandaan-Malang menciptakan nilai tambah bruto Rp14,95 triliun (present value), yang mendorong penambahan pendapatan rumah tangga sebesar Rp4,85 triliun.

Selain itu, peran internet sebagai sebuah barang publik memiliki potensi yang besar untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya. Secara total, proyek Palapa Ring menciptakan nilai tambah bruto Rp14,99 triliun (present value), sedangkan besarnya Tambahan Kompensasi Tenaga Kerja yang tercipta sebesar Rp4,02 triliun.

Kemudian, lanjut Armand, untuk proyek infrastruktur air bersih di Umbulan menciptakan nilai tambah bruto Rp3,4 triliun dalam harga konstan 2010. Angka ini terbilang cukup besar dibandingkan dengan total input sebesar Rp2,85 triliun artinya ada nilai tambah yang tercipta akibat kegiatan proyek ini yang berdampak secara nasional terhadap perekonomian.

Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help