Sungai Cileungsi-Cikeas Potensi Meluap, KP2P Berikan Empat Rekomendasi Cegah Banjir

"Normalisasi sungai terakhir dilakukan tahun 1973. Maka, normalisasi atau pengerukan lsungai sudah saatnya dilakukan," ucapnya.

Sungai Cileungsi-Cikeas Potensi Meluap, KP2P Berikan Empat Rekomendasi Cegah Banjir
MUHAMMAD AZZAM
Kali Bekasi merupakan hilir dari aliran air Kali Cileungsi dan Cikeas. 

KOMUNITAS Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) memberikan empat rekomendasi kepada Pemerintah Pusat untuk menghadapi potensi meluapnya air sungai disaat musim hujan.

Luapan sungai Cileungsi-Cikeas berimbas di dua wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor terkena banjir.

Puarman, Ketua KP2C mengungkapkan empat rekomendasi itu diajukan dikarenakan keprihatinan yang mendalam atas bencana banjir dan ancaman banjir yang selalu menghantui ribuan warga di 26 perumahan yang bermukim di sepanjang sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas di saat musim hujan tiba.

"Makanya KP2C sebagai entitas pemberi peringatan dini, edukasi sungai dan pencegahan ancaman banjir mengeluarkan rekomendasi agar itu dapat segera dilaksanakan," katanya saat kegiatan Forum Diskusi Sungai di Villa Nusa Indah, Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (13/10/2018).

Ia menjelaskan hal pertama yang harus dilakukan ialah normalisasi sungai. Mengingat sungai semakin dangkal akibat meningginya sedimentasi di badan sungai

"Normalisasi sungai terakhir dilakukan tahun 1973. Maka, normalisasi atau pengerukan lsungai sudah saatnya dilakukan," ucapnya.

Kedua ialah pembangunan tanggul permanen di sejumlah perumahan yang terdampak banjir.

"Tanggul yang ada kan terindikasi rapuh. Perlu dilakukan pembangunan tanggul permanen. Sehingga tidak ada kejadian jebol tanggul yang berdampak aliran air meluap hinggs menyebabkan banjir," katanya.

Kemudian yang ketiga, kata Puarman pembangunan pintu air. Hal itu guna mengatur volume air yang datang dari hulu, sebuah pintu pengendali air perlu dibangun di antara perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi di Jawa Barat.

Dan terakhir, lanjut Puarman yakni pembangunan waduk di hulu Cileungsi. Pembangunan itu dilakukan mengingat melimpahnya air hujan dari hulu sungai menjadi sebab utama banjir di 26 perumahan kawasan hilir sungai.

"Jadi percuma kalau bangun tanggul kalau debit air nya besar akan pasti meluap bahkan bisa membuat tanggul jebol. Jadi waduk itu harus dibangun sebagai penampung air hujan, sekaligus bisa jadi lokasi wisata masyarakat," paparnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved