Sejumlah Penghuni Panti Unjuk Kebolehan di Depan Mensos

Sejumlah anak-anak penghuni Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Bambu Apus memberikan unjuk kebolehan.

Sejumlah Penghuni Panti Unjuk Kebolehan di Depan Mensos
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Menteri Sosial, Agus Gumiwang 

Sejumlah anak-anak penghuni Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Bambu Apus memberikan unjuk kebolehannya di hadapan Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita saat berkunjung ke PSBR, Rabu (26/9/2019).

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah penghuni panti menampilkan berbagai petunjukan kebudayaan seperti reog ponorogo, nampak ketangkasan mereka terlihat begitu luar biasa menampilkan atraksi tersebut.

Tak hanya itu, beberapa diantara juga menampilkan group drum band serta musik angklung yang diperagakan penyandang disabilitas tuna rungu. Atraksi tersebut sempat memuka menteri sosial yang hadir, sehingga tak luput tepuk tangan pun mengeringi atraksi tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial Agus Gumiwang menghadiri suatu program yang digelar di PSBR Bambu Apus. Dimana program tersebut yaitu bernama Bibliobattle Goes To Panti.

Menteri Sosial Agus Gumiwang mengatakan bahwa Bibliobattle adalah permainan mereview buku yang dikembangkan oleh Graduate School of Informatics di Universitas Kyoto Jepang. Permainan ini booming di Jepang sekitar tahun 2013 dan sudah menyebar di seluruh dunia. 

"Ini adalah salah satu sarana yang dipersiapkan oleh Kemerntarian Sosial dan Balai Bampu Apus untuk meningkatkan kapasiti building pada anak-anak itu dengan cara menambah semangat belajar melalui perbanyak membaca buku," kata Agus, Rabu (26/9/2018).

Dikatakan Agus, dirinya yakin dengan menambah wawasan dengan membaca buku tersebut dapat meningkatkan wawasan mereka. Terlebih anak-anak yang saat ini tinggal di lingkungan balai Bambu Apus.

"Tentunya, dengan kegiatan seperti ini, kami meyakini dapat menjadikan modal bagi mereka mengarungi baterah kehidupan yang jauh lebih baik lagi," katanya.

Pada bibliobattle kali ini bertemakan THE GREAT of INDONESIAN CHILDREN, yang mempunyai arti ingin menonjolkan kecerdasan, kemampuan berkomunikasi sportivitas dan semangat nasionalisme anak-anak Indonesia.

Peserta bibliobattle adalah peserta yang dibimbing dari beberapa Balai Rehabilitasi Sosial yaitu, BRSPDSRW Melati, BRSKPN Bambu Apus, BRSAMPK dan BRSAMPK Handayani, yang merupakan remaja putus sekolah/terlantar, anak nakal dan penyandang disabilitas rungu wicara. 

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved