Satpol PP Bakal Kembali Tertibkan Jalan Jatibaru Raya Tanah Abang

Pihaknya akan kembali melakukan penindakan secara represif kepada pedagang yang masih membandel.

Satpol PP Bakal Kembali Tertibkan Jalan Jatibaru Raya Tanah Abang
Warta Kota/Rangga Baskoro
Konstruksi jembatan penyeberangan multifungsi (JPM) atau skybridge Tanah Abang. 

PEMKOT Jakarta Pusat berencana memagari trotoar di sepanjang Jalan Jaribaru Raya, setelah pengerjaan Jembatan Penyeberangan Multifungsi (JPM) rampung.

Santoso, Kasie PPNS dan Penindakan Satpol PP Jakarta Pusat menyatakan, hal itu dilakukan guna menghindari adanya PKL yang membandel dan tetap berjualan di pinggir jalan.

"Memang ada titik jalan yang prosesnya dilakukan pemagaran. Sementara itu dari Jalan Jatibaru Dua sampai tikungan Blok G," ujar Santoso saat dikonfirmasi, Sabtu (13/10/2018).

Baca: Titik Rawan Pelanggaran PKL Bakal Berkurang Seiring Berubahnya Infrastruktur di Pasar Tanah Abang

Seiring berkurangnya titik rawan saat JPM selesai dikerjakan, sebagian petugas Satpol PP yang biasanya hanya melakukan penjagaan, akan berkeliling untuk memonitoring Jalan Jatibaru Raya. Pihaknya akan kembali melakukan penindakan secara represif kepada pedagang yang masih membandel.

"Selain itu kami juga akan bentuk tim lingkar yang nanti akan melakukan penindakan secara represif. Mereka nanti akan berkeliling area Jalan Jatibaru Raya. Kalau penjagaan sifatnya hanya persuasif saja. Kalau persuasif enggak mempan, tim lingkar yang akan mengangkut barang-barang pedagang yang membandel," bebernya.

Dilakukannya kembali penertiban di sepanjang Jalan Jatibaru Raya, sambung Santoso, bukan merupakan perintah dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, melainkan bagian dari ketentuan yang tertuang di pasal 25 Perda Nomor 8 Tahun 2007.

Baca: Bus Tanah Abang Explorer Kemungkinan Tak Dipakai Lagi Setelah Ada Jembatan Penyeberangan Multifungsi

"Pasal 25 menyebutkan pedagang kaki lima di mana saja boleh, asal ada izin dari Gubernur, termasuk saat mereka ditempatkan di Jalan Jatibaru Raya dan JPM, itu kan sesuai dengan ketentuan. Kalau di luar ketentuan, seperti masih ada pedagang yang jualan di trotoar saat JPM sudah rampung, kami akan melakukan sesuai dengan aturan perda, akan ditertibkan, disita, dan disidangkan," tegas Santoso.

Pihaknya juga masih melakukan kajian terkait jumlah personel yang sedianya akan melakukan penjagaan. Saat ini penjagaan kawasan Pasar Tanah Abang tak hanya dilakukan oleh Satpol PP Jakarta Pusat, namun juga dibantu oleh lima wilayah kota administrasi lainnya.

"Kalau personel Jakpus kurang, tentunya kami akan minta bantuan personel dari pemprov. Kalau sekarang sih kami menyiapkan 150 anggota setiap harinya yang berjaga di seluruh area Pasar Tanah Abang," tuturnya. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help