Pantau Tinggi Muka Air, CCTV Dipasang di Empat Titik Sungai Cileungsi-Cikeas-Kali Bekasi

PERMINTAAN Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) untuk dipasang CCTV di Sungai Cileungsi, Cikeas dan Kali Bekasi, akhirnya terwujud.

Pantau Tinggi Muka Air, CCTV Dipasang di Empat Titik Sungai Cileungsi-Cikeas-Kali Bekasi
MUHAMMAD AZZAM
Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) bersama Protelindo gelar Forum Diskusi Sungai di Vila Nusa Indah, Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (13/10/2018). 

PERMINTAAN Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) untuk dipasang CCTV di Sungai Cileungsi, Cikeas dan Kali Bekasi, akhirnya terwujud.

Dipasangnya CCTV itu bertujuan untuk memantau Tinggi Muka Air (TMA) di sungai-sungai dan sebagai 'early warning system' ancaman banjir yang dibangun.

Peluncuran pemasangan CCTV dilakukan oleh Staf Khusus Presiden RI, Diaz Hendropriyono dan KP2C dalam acara Forum Diskusi Sungai yang diselenggarakan KP2C bekerjasama dengan Protelindo, dibVila Nusa Indah, Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (13/10/2018).

Staf Khusus Presiden RI, Diaz Hendropriyono berharap kehadiran CCTV tersebut dapat lebih memudahkan warga memantau dan mendapatkan informasi real time yang valid tentang tinggi muka air (TMA) di tiga sungai tersebut.

"CCTV ini akan dioperasikan langsung oleh pengurus KP2C, dan merupakan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo)," jelasnya.

Puarman, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) mengatakan kehadiran CCTV ini akan melengkapi informasi tentang TMA Cileungsi, Cikeas dan Kali Bekasi yang selama ini diterima KP2C melalui petugas pantau KP2C.

"CCTV ini akan membantu kami memantau saat TMA meninggi. Kami tidak bisa sepenuhnya mengandalkan petugas pemantau KP2C di lapangan, apalagi ketika tengah malam. Jadi, alat ini sangat dibutuhkan warga. Apalagi sebentar lagi wilayah Bogor dan Bekasi akan memasuki musim hujan, dan dikhawatirkan berpotensi banjir," ujarnya.

Ia menambahkan peringatan dini TMA di hulu sungai yang diinformasikan KP2C secara terus menerus setiap hari sepanjang 12 bulan, warga masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai Cileungsi, Cikeas dan Kali Bekasi menjadi lebih tenang.

"Jadi daat kabar itu warga bisa siap-siap, berkemas dan menyelamatkan diri sebelum air sungai meluap di pemukimannya," katanya.

Sementara Wahyu Baskoro dari Protelindo sebagai CSR, mengatakan keempat CCTV itu beroperasi real time namun dapat dioperasikan sesuai kebutuhan, menampilkan kondisi real TMA pada alat ukur yang berada di area sungai, ditampilkan dalam bentuk video.

"Melalui tayangan video, kondisi lapangan dapat diketahui, termasuk kecepatan aliran air. Namun yang bisa mengakses terbatas hanya beberapa orang. Untuk itu, member KP2C yang mencapai 6.000 orang lebih akan menerima informasi CCTV melalui pengurus KP2C," ujar Wahyu.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved