Tukang Becak Kecewa DPRD DKI akan Tolak Revisi Perda Ketertiban Umum

Sejumlah tukang becak atau pengayuh becak mengungkapkan kekecewaannya terhadap DPRD DKI Jakarta yang tidak setuju kehadiran becak.

Tukang Becak Kecewa DPRD DKI akan Tolak Revisi Perda Ketertiban Umum
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah pengayuh becak menggunakan rompi menunggu penumpang di Kawasan Pasar Rajawali, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (8/10/2018). 

WARTA KOTA, CILINCING---Sejumlah tukang becak atau pengayuh becak mengungkapkan kekecewaannya terhadap DPRD DKI Jakarta yang tidak setuju kehadiran becak dengan akan menolak revisi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Armin (42), pengayuh becak, mengaku kecewa dengan tindakan anggota dewan yang tidak mewakili suara rakyat.

Ironisnya tindakan anggota dewan tersebut hanya manis pada saat masa kampanye saja.

"Ngaco saja DPRD, caleg-caleg itu giliran ada pemilihan baik-baikin, tapi pas sudah jadi, malah lain tujuannya. Manis di awal," kata Armin di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (12/10/2018).

Pengakuan senada juga disampaikan tukang becak lainnya, Rohim (50) yang merasa kecewa anggota DPRD malah tidak menyerap aspirasi rakyat kecil.

Menurutnya, para anggota dewan tersebut tidak akan bisa terpilih tanpa dukungan suara rakyat kecil.

"Aneh. kami cuma rakyat kecil, enggak perhatian banget sih. Nggak akan susah kalau dia peduli dengan rakyat kecil. Dia (anggota dewan) kan bisa (terpilih) karena kami juga," katanya.

Rohim justru menilai seharusnya Pemprov DKI Jakarta menata kendaraan pribadi yang jumlahnya semakin banyak.

Ia beralasan banyaknya kendaraan pribadi yang membuat kemacetan parah di Jakarta.

"Kalau mau dihilangkan ya jangan becak, harusnya yang bawa kendaran pribadi yang ditata. Lihat saja jumlahnya sudah makin banyak, padahal di dalam mobil terkadang cuma sendirian," katanya.

Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, tidak setuju terhadap legalisasi becak dalam revisi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Menurutnya Jakarta lebih cocok untuk transportasi yang canggih dan modern.

"Nggak bakalan ada becak di Jakarta. Nggak bakal terealisasi," katanya saat berada di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018).

Baca: Menguak Kehadiran Becak untuk Mengatasi Masalah Sosial atau Transportasi

Baca: Lurah Pekojan Sebut 17 Penarik Becak Sudah Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Baca: Pemprov Akan Merevisi Perda untuk Melegakkan Becak di Jakarta

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved