Kasus Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet Diet Selama di Tahanan

Ratna Sarumpaet kabarnya lebih sering memakan hidangan yang dibawa keluarganya, ketimbang hidangan di Rutan.

Ratna Sarumpaet Diet Selama di Tahanan
Warta Kota/Henry Lopulalan
Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet, hendak menjalani pemeriksaan kejiwaan di Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Rabu (10/10/2018). 

DIREKTUR Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mengungkapkan, Ratna Sarumpaet jarang makan makanan yang dihidangkan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Ratna Sarumpaet kabarnya lebih sering memakan hidangan yang dibawa keluarganya, ketimbang hidangan di Rutan.

Menurut Barnabas, Ratna Sarumpaet sedang menjalani diet. Meski Ratna Sarumpaet jarang menyantap hidangan Rutan, pihak Rutan tetap menyediakan makanan untuknya.

Baca: Beberkan Kejanggalan Pemanggilannya oleh Polisi, Amien Rais: Apakah Ini Kriminalisasi?

"Kan beliau kan diet, jadi dibawakan nasi merah, sayuran kayak sawi, buah apel sama yang lain-lain. Jadi tetap kami berikan, tapi beliau lebih suka makanan diet aja. Kan kita nasi putih, tapi Bu Ratna maunya nasi merah," ungkap Barnabas saat dikonfirmasi.

Barnabas juga menyebut jarang melihat anak-anak Ratna Sarumpaet menjenguk langsung ke sana, apalagi oleh aktris Atiqah Hasiholan. Tapi, memang setiap hari ada yang mengaku dari pihak keluarga selalu membawakan makanan diet.

"Paling orang utusannya aja bawa makan," jelas Barnabas.

Baca: Adu Kambing di Putaran Tugu Selamat Datang Pademangan, Satu Pemotor Tewas

Polisi menetapkan Ratna Sarumpaet tersangka menyebarkan berita bohong alias hoaks soal penganiayaan. Dirinya ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/10/2018) malam.

Ratna Sarumpaet disangkakan pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan pasal 28 jo Pasal 45 Undang-undang ITE, terkait penyebaran hoaks penganiayaan. Atas kasus tersebut, Ratna Sarumpaet terancam 10 tahun penjara. (Fahdi Fahlevi)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help