KCD Menilai Pembangunan Dermaga Jembatan Panus Depok Mubazir dan Tak Berizin

Pembebasan sempadan sebagai cara menyelamatkan wilayah konservasi Sungai Ciliwung dan bertambahnya Ruang Terbuka Hijau Kota Depok

KCD Menilai Pembangunan Dermaga Jembatan Panus Depok  Mubazir dan Tak Berizin
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Titik rencana pembangunan dermaga atau akses konservasi dinilai KCD bakal mubazir karena menjadi tempat penumpukan sampah saat volume air Sungai Ciliwung naik. 

WARTA KOTA, DEPOK--- Pembangunan dermaga untuk akses konservasi di dekat kaki Jembatan Panus di sisi kali Ciliwung oleh Pemkot Depok, disinyalir belum berizin.

Perizinan yang seharusnya dikantongi proyek dermaga itu yakni  izin dan rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal itu diungkapkan oleh pendiri Komunitas Ciliwung Depok (KCD), Taufiq DS, kepada Warta Kota, Jumat (12/10/2018). KDC merupakan kumpulan aktivis dan penggial alam.

"Pada Rabu 10 Oktober saya ditanya Kabid Operasi dan Pemeliharaan SDA BBSWCC Gemala Susanti, soal pembangunan dermaga itu," kata Taufiq.

Baca: Pemkot Depok Dimnta Kaji Ulang Pembangunan Dermaga di Kaki Jembatan Panus

"Ia menanyakan kenapa pembangunannya sudah dikerjakan tapi izinnya belum ada," ucapnya lagi.

Oleh karena itu, kata Taufiq, BBWSCC berencana akan mengirim penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) ke lokasi pengerjaan di kaki jembatan Panus.

"Apakah PPNS sudah ke lokasi, saya belum dapat konfirmasi dari ibu Gemala Susanti," katanya.

Menurut Taufiq, para aktivis penggiat alam dan lingkungan yang tergabung dalam KCD meminta Pemerintah Kota  Depok, mengkaji ulang rencana pembangunan dermaga atau akses konservasi di dekat kaki Jembatan Panus di sisi kali Ciliwung tersebut.

Dia menambahkan, pembangunan akan mubazir karena pembangunan tersebut direncanakan di titik tempat menumpuknya sampah kiriman saat volume air Sungai Ciliwung tinggi.

Taufiq khawatir, bangunan akan mudah abruk karena terus menerus diterjang air sungai yang meninggi.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help