Guru NK Ternyata Pernah Tulis Buku Kontroversial saat Anies Baswedan Masih Menjabat Mendikbud

Buku yang pernah menjadi kontroversi tersebut berjudul 'Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti' untuk siswa kelas 10.

Guru NK Ternyata Pernah Tulis Buku Kontroversial saat Anies Baswedan Masih Menjabat Mendikbud
Guru agama berinisial NK yang diduga menanamkan doktrin anti-Jokowi di SMAN 87 Jakarta Selatan. (Foto: Facebook) 

GURU agama berinisial NK yang diduga menanamkan doktrin anti-Jokowi di SMAN 87 Jakarta Selatan ternyata juga pernah terlibat kasus buku kontroversial pada tahun 2015.

Akan tetapi mengenai kasus ini Kepala Sekolah SMAN 87, Patra Patiah mengaku sama sekali tidak mengetahuinya. Sebab, ia sendiri baru bertugas di sana selama dua tahun.

"Kejadiannya tahun berapa? (Bu NK) mengajar di sini menurut info yang saya dengar sudah 4 tahun ya, saya sendiri baru 2 tahun," ujar Patra Patiah, Jumat (12/10/2018).

Selama dua tahun memimpin, menurut Patra Patiah baru kali ini guru NK terlibat kasus yang tergolong berat.

Sebelumnya, ia hanya pernah menegur secara lisan berkaitan dengan cara mengajar guru NK.

Dari penelusuran Warta Kota, buku yang pernah menjadi kontroversi tersebut berjudul 'Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti' untuk siswa kelas 10.

Buku ini diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemendikbud dengan cetakan pertama pada tahun 2014.

Terdiri dari 202 halaman yang dibagi menjadi 12 BAB, buku yang ditulis oleh guru NK dan Endi Suhendi ini menggunakan kurikulum 2013.

Buku ini menjadi kontroversi pada saat Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan, masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015 silam.

Dari 12 Bab yang ada dalam buku tersebut, permasalahan terletak pada Bab 11 yakni 'Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW di Madinnah, sub-bab 'Mengkritisi Sekitar Kita'.

Kemendikbud menemukan narasi tentang kekerasan terhadap muslim Rohingya di Myanmar yang bertuliskan, "… muslim Rohingya yang sejak lama dianiaya, diusir dan rumah-rumah mereka dibakar massa penganut Buddha.”

Narasi ini menjadi kontroversi karena dianggap kurang berhati-hati serta dapat memicu konflik antar-agama. Penulis seharusnya bisa mengungkapkan pesan yang ingin disampaikan dalam konteks yang lebih positif.

Jika disampaikan melalui narasi yang baik, tentunya dapat mengajarkan semangat toleransi, perdamaian dan rekonsiliasi tanpa mengukuhkan miskonsepsi dan stereotype konflik antaragama.

Akibatnya, buku yang ditulis guru NK tersebut sempat ditarik dan ditutup akses unduhnya di situs Buku Sekolah Elektronik milik Kemendikbud dan diterbitkan kembali setelah dievaluasi. (M15)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help