Gempa Donggala Palu

8 Relawan Asal Tiongkok Ditolak Masuk Palu, Ini Alasan BNPB

Mereka mengaku mendapat undangan tertulis dari Bupati Sigi untuk ikut membantu proses penanggulangan bencana sebagai relawan.

8 Relawan Asal Tiongkok Ditolak Masuk Palu, Ini Alasan BNPB
Antara Foto/Wahyu Putro A
RELAWAN dan warga mencari korban gempa dan tsunami yang belum ditemukan di permukiman warga di Wani I, Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (9/10/2018). 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan delapan relawan asing asal Tiongkok yang berencana menuju kawasan terdampak bencana di Palu, Sulawesi Tengah, tanpa membawa surat izin dari organisasi resmi yang telah didaftarkan ke pemerintah.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mereka mengaku mendapat undangan tertulis dari Bupati Sigi untuk ikut membantu proses penanggulangan bencana sebagai relawan.

Tetapi, setelah dilakukan pengecekan, BNPB meragukan keaslian surat tersebut.

"Kita khawatir, masih meragukan suratnya asli atau tidak. Nah, kita sinyalir suratnya palsu," kata Sutopo di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Atas dugaan tersebut, petugas BNPB di Makassar memperingatkan delapan orang tersebut untuk tidak masuk ke Palu. Meski telah diperingatkan, tiga orang di antaranya tetap menuju Palu melalui jalur darat.

Namun, saat ini dilaporkan bahwa seluruh relawan asal China tersebut telah keluar dari wilayah Palu.

14 Relawan Internasional Ditolak

Selain delapan relawan asal Tiongkok, Sutopo mengatakan, total ada 14 relawan dari negara asing yang juga ditolak masuk ke Palu.

Rinciannya, delapan orang berasal dari Meksiko, lima orang dari Nepal, dan seorang dari Australia. Seluruhnya ditolak lantaran tidak menaati aturan mengenai kriteria bantuan relawan asing.

Aturan tersebut berupa tidak adanya mitra lokal yang telah didaftarkan Non-Governmental Organisation (NGO) tempat bekerja relawan, ke pemerintah Indonesia.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved