Stres Berat dan Merasa Tersiksa di Penjara, Roro Fitria Panggil Psikiater

Merasa tertekan dan tersiksa di penjara, Roro Fitria perlu mendatangkan psikiater untuk konsultasi.

Stres Berat dan Merasa Tersiksa di Penjara, Roro Fitria Panggil Psikiater
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Roro Fitria saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2018). 

KASUS dugaan kepemilikan dan penyalahgunaan narkotika yang mengantar ke penjara, membuat Roro Fitria menyesal.

Selama delapan bulan mendekam di penjara, Roro Fitria mengaku tidak ada kemerdekaan seperti ketika ia masih beraktivitas seperti biasa di rumah.

Aktivitas yang terbatas, kondisi yang berbeda, dan tekanan psikis yang begitu besar, membuat Roro Fitria tidak betah hidup di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur selama ini.

"Saya cukup menyesal sudah melakukan penyalahgunaan narkoba ini dan tidak akan mengulangi lagi. Karena saya benar-benar kapok dan ini kesalahan fatal dalam hidup saya," kata Roro Fitria ketika ditemui sebelum persidangan kasus narkotikanya dengan agenda pledoi (pembelaan), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018).

Karena mengaku mendapatkan tekanan psikis yang besar, sampai-sampai Roro memanggil psikiater untuk konsultasi dan berobat.

Ia meresa stres hidup di penjara.

Bahkan, Roro Fitria mengungkapkan bahwa hidup di penjara itu tidak enak dan tidak merdeka. Ia merasa hidup di Rutan Pondok Bambu bukanlah kehidupannya.

"Ada beberapa dokter yang menangani saya, salah satunya ada psikiater. Karena memang gangguan yang sangat saya sering alami saya susah tdur, dan sudah saya slalu mendekatkan diri kepada Allah untuk solat lima waktu dan zikir," ucapnya.

Tidak hanya menerima tekanan psikis, Roro juga mendapatkan tekanan mental dan fisik yang cukup membuatnya merasakan tidak sehatnya hidup dibalik jeruji besi.

"Tidak bisa dipungkiri, ketika saya menutup mata, saya terlihat nyesek sekali gitu. Atas pengalaman hidup saya selama delapan bulan ini, sangat-sangat down sekali di penjara. Apa lagi saya kemarin dapat musibah, rumah saya kemalingan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help