Polisi Tangkap Empat Pengedar Ganja Jaringan Lapas Kabupaten Bekasi

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Bekasi menangkap empat pengedar ganja di wilayah Bekasi.

Polisi Tangkap Empat Pengedar Ganja Jaringan Lapas Kabupaten Bekasi
Warta Kota/Muhamad Azzam
Empat tersangka pengedar ganja diperlihatkan kepada wartawan bersama barang bukti berupa paket ganja di Mapolres Metro Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI---Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Bekasi menangkap empat pengedar ganja di wilayah Bekasi, Kamis (4/10/2018).

Empat pengedar itu merupakan jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pasir Tanjung, Jalan Raya Cipayung, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

"Kami berhasil meringkus empat orang pengedar narkotika jenis ganja di JalanToyo Giri, Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan. Penangkapan itu hasil dari informasi warga soal adanya peredaran narkoba di lokasi tersebut," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara di lobi Mapolrestro Bekasi, Kamis (11/10/2018).

Candra mengatakan, empat pengedar itu berinisial S, AS, C, maupun I, dan menurut pengakuan S, barang terlarang itu didapat dari narapidana di lapas.

"Hasil interogasi terhadap tersangka ganja itu didapat dan diambil di jasa pengiriman barang di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan kendali bandar di Lapas Cipayung (ES)," katanya.

"Pengakuannya pelaku S ini hanya mengambil paket saja yang dikirim melalui jasa ekspedisi. Barangnya kiriman itu atas kendali ES narapidana. Ketiga pelaku lain mereka yang mengedarkan untuk dijual ke pembeli," kata Candra.

Candra menjelaskan dari tangan mereka didapatkan barang bukti 36,5 kilogram ganja dalam bentuk paket.

"Jadi pelaku S ini kenal dengan ES, narapidana. Keduanya saudara. Dari S didapatkan 32 kilogram ganja, sisanya dari pelaku lainnya," katanya.

Candra mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan petugas lapas dan hasil intetogasi di Lapas Pasir Tanjung, Cipayung Bekasi, bahwa ganja miliknya itu didapat dari seorang berinsial PD di Lapas Raja Lampung.

"Ternyata semua ini dikendalikan oleh seseorang yang ada berada di dalam lapas, orang ini punya kaki-kaki melakukan peredaran ini. Kami akan terus kembangkan soal jaringan lapas ini," kata Candra.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara (ketiga dari kiri) menunjukkan barang bukti berupa paket ganja di Mapolres Metro Bekasi.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara (ketiga dari kiri) menunjukkan barang bukti berupa paket ganja di Mapolres Metro Bekasi. (Warta Kota/Muhamad Azzam)

Para pelaku menjual ganja tersebut dengan harga Rp 4 juta per satu kilogram ganja kering.

Mereka mengaku telah mengedarkan barang haram tersebut selama tiga bulan terakhir.

"Pelaku jual acak, siapa saja mau beli dilayani. Pelaku mengaku menjual ganja sebanyak 36,5 kilogram dalam kurun waktu satu bulan," katanya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 Ayat (1), (2) dan Pasal 111 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun sampai dengan penjara seumur hidup atau hukuman mati dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Baca: Tetangga Sering Cium Bau Ganja, Polisi Ciduk Penghuni Rumah Kontrakan di Cikarang

Baca: Polisi Tangkap Lima Oknum Jakmania Hisap Ganja Sebelum Laga Persija vs Perseru

Baca: Pembunuh Pelajar MTs di Depok Kuasai Ponsel Korban untuk Beli Ganja

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved