Pemprov Akan Merevisi Perda untuk Melegakkan Becak di Jakarta

Untuk melegalkan keberadaan becak, Perda No 8 tahun 2017 tentang pelarangan becak di Jakarta akan direvisi.

Pemprov Akan Merevisi Perda untuk Melegakkan Becak di Jakarta
Warta Kota/Henry Lopulalan
Aktivitas becak masih berlangsung di Kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (15 /1/2018). 

Saat ini jumlah becak yang terdata antara 1.200-1.400.

Menurutnya, tidak semua wilayah DKI ada becak. Akan dilihat karakteriatik penggunanya. Selain itu aktivitas selama ini di mana? Sehingga memungkinkan becak-becak itu diatur, dikelola dengan arealnya. Kemudian juga dikelola jumlahnya.

"Kita juga tidak serta merta bahwa kita berpikir menghadirkan becak di Sudirman-Thamrin gitu. Enggak, ngga begitu. Tapi bahwa ini ada fakta di lapangan . Bagaimana kita mengelola fakta ini yang jadi hal penting," katanya lagi.

Sementara itu, Rasdullah dari Sebaja (Serikat becak Jakarta) mengakui Perda mengenai becak belum dilegalkan dan mau pengusulan.

Usulan itu tercetus saat 100 hari pemerintahan Gubernur Anies. Anies terpilih 16 Oktober 2017. Keberadaan becak juga tidak semua wilayah.

"Ya jumlahnya terbatas, rutenya terbatas," kata Rasdullah yang dihubungi wartawan.

Ia mengatakan, Sebaja pernah bicara dengan gubernur, namun masih secara lisan.

"Nah, gubernur bilang, becak boleh di Jakarta tapi yang sudah ada. Yang pendatang tidak diterima, lalu kita langsung mendata bareng dengan dishub. Nah setelah data yang ada 1685 ada di 16 titik," ujarnya. Lokasinya di wilayah utara dan barat. Khusus wilayah pusat dan Selatan tidak ada, dan tidak boleh diadakan.

Rasdullah juga mengaku sudah membuat peta wilayah keberadaan becak. Ia memberikan
Contoh di Kelurahan Telogong, Kapuk, Muara baru, Tanah pasir, semua yang ada 16 titik.

"Kita buat rute pangkalan bersama Universitas Indonesia. Jadi mahasiswa dikerahkan satu hari selesai, untuk mendata itu dan bareng sama Dishub," katanya.

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help