Kunjungi Sekolah yang Pernah Disinggahi Gus Dur, Cak Imin: Jangan Putus karena Politik

Dalam kunjungan ke NTT, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar menyempatkan diri singgah ke Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledaro.

Kunjungi Sekolah yang Pernah Disinggahi Gus Dur, Cak Imin: Jangan Putus karena Politik
Cak Imin di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledaro, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (10/10/2018). (Sumber foto : Instagram @cakiminow) 

DALAM kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyempatkan diri singgah ke Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledaro.

Di sekolah yang terletak di Kabupaten Sikka inilah Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dahulunya pernah menginap.

Selain meninjau dan bercengkerama dengan para pastor, frater dan mahasiswa, tokoh yang bergelar Panglima Santri ini juga mengajak para civitas akademika untuk menjaga persahabatan meski ada perbedaan pilihan politik.

"Tahun politik ini suasana bisa jadi akan agak panas. Namun persahabatan jangan sampai putus. Pertemanan jangan sampai menjauh. Kalau ada apa-apa, yang bantuin kita nanti juga pasti sahabat dan tetangga. Jadi jagalah supaya silaturahmi jangan putus karena politik. Rugi sendiri nanti," ujar Cak Imin dalam rilis yang diterima Warta Kota, Kamis (11/10/2018).

Di depan 1.006 mahasiswa, Rektor STFK Otto Gusti Madung dan para dosen, Cak Imin juga mengungkapkan rasa bangganya bisa berkunjung ke tempat yang pernah disinggahi Gus Dur tersebut.

Hadir mendampingi Cak Imin Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hanif Dhakiri dan anggota DPR RI Jazilul Fawaidz.

"Saya sebagai ABG alias Anak Buah Gus Dur tetap mengawal komitmen beliau untuk Indonesia yang bersatu dan beragam. Saya takjub juga bahwa Gus Dur pernah menginap di STFK sini. Bangganya saya jadi ABG," tutur Cak Imin.

Pada malam harinya, Cak Imin juga ikut menghadiri acara doa bersama bagi warga Palu dan Donggala di depan Sikka Convention Centre. Bersama Uskup Maumere Mgr Ewaldus Martianus Sadu, Ketua Umum PKB ini sangat terharu mendengarkan doa yang dipimpin Uskup.

"Palu dan Donggala adalah kesedihan kita bersama. Doa dan penggalangan dana adalah bentuk solidaritas kita kepada mereka. Buktikanlah cinta kita kepada Tuhan dengan mencintai ciptaanNya yang tengah berduka," demikian bagian dari doa Uskup.

Selain doa, dalam acara Malam 1000 Lilin itu juga diadakan penggalangan dana untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Jumlah bantuan yang berhasil terkumpul mencapai Rp 70.640.000.

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help