Kasus Ratna Sarumpaet Tunjukkan Kenegarawanan Prabowo Lebih Rendah Dari Ketua Suporter Sepakbola

Sikap kenegarawanan Prabowo Subianto dinilai lebih rendah dari kepala suporter sepakbola. Wah ini timsesnya Jokowi-Ma'ruf Amin yang bicara.

Kasus Ratna Sarumpaet Tunjukkan Kenegarawanan Prabowo Lebih Rendah Dari Ketua Suporter Sepakbola
Warta Kota/Hamdi Putra
Prabowo Subianto didampingi Amien Rais saat jumpa pers kasus penganiyaan terhadap Ratna Sarumpaet, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2018) malam. 

SEBUAH debat panas di acara DUA ARAH KompasTV mempreteli sikap kenegarawanan Prabowo Subianto dan kebodohan timsesnya dalam menanggapi Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya orang tak dikenal di Bandung.

Ya, kasus Ratna Sarumpaet memang kini bergulir ke berbagai arah, sisi, dan koridor negeri ini.

Hukum pidananya dijalani dengan tindakan polisi menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka, bahkan menahannya.

Sedangkan dari sisi politik kedua kubu di Pilpres 2019, kubu Prabowo-Sandi dan kubu Jokowi-Ma'ruf Amin kelihatan saling berdebat. 

Berbagai silat lidah dikeluarkan mulai dari kubu Prabowo-Sandi yang mencari peristiwa-peristiwa lain dimana Jokowi sebagai Presiden kecolongan alias tertipu. 

Sementara itu kubu Jokowi-Ma'ruf Amin terus mendesak proses hukum dengan dasar tidak percaya dengan motif sebenarnya Ratna Sarumpaet berbohong.

Influencer Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Budiman Sudjatmiko, menilai sikap kenegarawanan Prabowo Subianto lebih rendah dari ketua suporter sepakbola.

"Saya mau bandingkan dengan dua pimpinan suporter yang anggotanya dianiaya hingga tewas. Sikap kepemimpinan dan kenegarawanan dua suporter itu adalah muncul ke publik dan meredam. Kita juga pernah mendengar ada dua kesatuan yang berbeda saling pukul dan tembak menembak, apa yang terjadi, biasanya komandan-komandannya bertemu antara mereka dan kemudian bikin konferensi pers bersama untuk meredam," kata Budiman Sujatmiko.

"Artinya apa, dalam konteks ini kenegarawanan suporter dua klub yang anggotanya dianiaya saya yakin lebih tinggi dari Pak prabowo. Karena apa, kenegarawanan, kecermatan,ketelitian kehati-hatian begi pemimpin suporter itu penting. Apalagi pak prabowo mendeskripsikan dirinya sebagai pemimpin bangsa. Bayangkan pemimpin bangsa hanya mendengarkan 4 kali itu meyimpulkan ada pelanggaran ham, menyamakan  dengan kasus novel baswedan, dan kemudian dihubungkan dengan mengkritik pemerintah.Dan apa yang terjadi cindy (pembawa acara DUA ARAH), sosial media segera berdengung. Bahkan ita juga deteksi ada distribusi pamflet solidaritas untuk ibu ratna. Artinya apa, tidak cermat, tidak hati-hati. Masalahnya apakah benar ketika melihat ada antisipasi dan respon," kata Budiman Sujatmiko.

Kebodohan Prabowo

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help