Kantor KPU Depok Diserang Massa, Polisi Turunkan Water Canon

Massa yang berteriak dan tampak beringas itu membuat ratusan anggota kepolisian yang berjaga di depan Kantor KPU Depok, semakin siaga.

Kantor KPU Depok Diserang Massa, Polisi Turunkan Water Canon
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Simulasi Pengamanan Kantor KPU Depok Mantap Brata Jaya 2018, oleh Polresta Depok, Kamis (11/10/2018). 

SERATUSAN pemuda dengan membawa senjata tajam tiba-tiba merangsek maju menuju ke depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok di Jalan Raya Kartini, Pancoran Mas, Depok, Kamis (11/10/2018) pagi.

Massa yang berteriak dan tampak beringas itu membuat ratusan anggota kepolisian yang berjaga di depan Kantor KPU Depok, semakin siaga.

Karena massa tampak mulai menyerang, polisi yang menyiagkan water canon sejak awal, langsung menembakkan air ke arah massa. Akibatnya konsentrasi massa sempat terpecah. Di saat bersamaan, puluhan anggota Sabhara merangsek maju.

Sebagian massa mulai kocar-kacir. Sebagian lainnya masih terus melakukan perlawanan ke petugas dengan senjata kayu dan senjata tajam.

Tak lama puluhan pasukan Raimas (pengurai massa) bermotor dari Polresta Depok datang dan menghalau sebagian massa yang beringas. Sejumlah orang berhasil dilumpuhkan petugas.

Kemudian dengan cepat belasan motor dan dua mobil Tim Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan (Jaguar) Polresta Depok jug datang untuk mengamankan dan melumpuhkan massa yang sebelumnya beringas.

Sebagian besar massa berhasil dilumpuhkan dan diamankan, serta sebagian lainnya terluka. Beberapa massa langsung dibawa dengan mobil polisi, sebagian lagi yang terluka dibawa mobil ambulans.

Kegiatan yang sempat menyita perhatian dan menutup ruas Jalan Kartini di dua arah secara sementara selama dua jam ini merupakan Simulasi Pengamanan Kantor KPU Depok Mantap Brata Jaya 2018, dalam rangka pengamanan Pemilu 2019.

"Simulasi hari ini, merupakan rangkaian dari latihan pra operasi Mantab Brata Jaya 2018, untuk mengamankan Pemilu 2019," kata Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto di lokasi simulasi, Kamis (11/10/2018).

Didik mengatakan dalam skenario simulasi pengamanan kali ini, massa melakukan penyerangan saat KPU melakukan rapat rekapitulasi hasil suara.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved