Coworking Space

Bisnis Coworking Space Terus Tumbuh, Ciri Khas Menjadi Modal untuk Bertahan

"Coworking itu seperti restoran. Tiap coworking punya flavor (rasa) sendiri. Bahkan pendirinya akan jadi soul di coworking tersebut."

Bisnis Coworking Space Terus Tumbuh, Ciri Khas Menjadi Modal untuk Bertahan
Istimewa
PRESIDEN Komunitas Coworking Indonesia Faye Alund (kiri) dan Yan Prasetya, CEO DreamHub. 

RUANGAN dengan meja kursi yang dilengkapi akses internet, jadi gambaran coworking space. Saat ini jumlahnya semakin banyak terutama di Kota Besar.

Presiden Komunitas Coworking Indonesia Faye Alund menceritakan cikal bakal munculnya coworking di Bandung tahun 2010. Bentuk awalnya bukan seperti gambaran coworking saat ini tapi masih berupa rumah.

Sampai tahun 2015, pertumbuhannya masih lambat. Baru ada 30 coworking space di Indonesia. Baru setahun kemudian di tahun 2016 naik menjadi 70an.

Tahun 2017 meningkat pesat menjadi 170 dan kini 200an di tahun 2018. Tersebar sampai di 44 kota. Walaupun 80 persen di antaranya berada di Pulau Jawa, khususnya Jakarta sampai 50 persen.

Di tengah munculnya coworking space, diperlukan suatu ciri khas agar bisa bertahan.

PRESIDEN Komunitas Coworking Indonesia Faye Alund (kiri) dan Yan Prasetya, CEO DreamHub.
PRESIDEN Komunitas Coworking Indonesia Faye Alund (kiri) dan Yan Prasetya, CEO DreamHub. (Istimewa)

"Coworking itu seperti restoran. Tiap coworking punya flavor (rasa) sendiri. Bahkan pendirinya akan jadi soul di coworking tersebut," kata Faye saat peluncuran DreamHub di Equity Tower, belum lama ini.

Ia menjelaskan, coworking space bukan tempat kerja biasa. Kalau hanya tempat kerja namanya working space saja.

Kata Co pada coworking space melambangkan community relevan dengan support system. Ketika berada di komunitas, meyediakan suport sistem dan tergabung dengan orang lain. Coworking space juga harus mampu mengakselerasi seredipity (kebetulan-kebetulan yang menguntungkan).

Di tengah menjamurnya coworking space, harus punya pembeda, backgroundnya apa, ada workshop, networking dan investor. Mereka yang tergabung dalam komunitas bisa meningkatkan diri, terhubung dan berkolaborasi.

”DreamHub akan menjadi lebih dari sekedar ruang kerja komunal. Kami hadir dengan visi kolaborasi dan pemberdayaan kewiraswastaan baik di bidang teknologi maupun yang lainnya melalui sinergi dan kolaborasi," ujar Yan Prasetya, CEO DreamHub di kesempatan yang sama.

Halaman
12
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved