Media Sosial

Ustaz Tengku Zulkarnain Bertanya kepada Menkeu: Jeng Sri, Puncak Pelemahan Rupiah Itu Berapa Sih?

Berbagai pendapat pun dilontarkan, terlebih soal jatuh tempo utang sebesar Rp 409 triliun pada tahun depan.

Ustaz Tengku Zulkarnain Bertanya kepada Menkeu: Jeng Sri, Puncak Pelemahan Rupiah Itu Berapa Sih?
Warta Kota/Faizal Rapsanjani
Tengku Zulkarnain 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menyebut pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) belum mencapai puncaknya.

Berbagai pendapat pun dilontarkan, terlebih soal jatuh tempo utang sebesar Rp 409 triliun pada tahun depan.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain mempertanyakan pendapat Sri Mulyani soal pelemahan rupiah yang belum mencapai puncaknya.

Baca: Walkout di Monas, KPU Persilakan Pimpinan Partai Demokrat Tanda Tangani Deklarasi Kampanye Damai

Lewat akun twitter @ustadztengkuzul, Ustaz Tengku Zulkarnain mempertanyakan apakah batas pelemahan rupiah ada di angka Rp 16 ribu per USD, atau bahkan mencapai Rp 20 ribu per USD.

"Jeng Sri Puncak Pelemahan Rupiah Itu Berapa Sih?" Tanya Ustaz Tengku Zulkarnain, Rabu (10/10/2018).

Sebab, apabila benar, Ustaz Tengku Zulkarnai menghitung pelemahan rupiah berpengaruh langsung terhadap penambahan utang negara secara langsung, yakni dari sebelumnya Rp 409 triliun, naik menjadi Rp 500 triliun.

Baca: Survei Indikator: Elektabilitas Jokowi-Maruf Amin 57,7 Persen, tapi Masuk Kategori Belum Aman

"Rp 16.000 atau Rp 20.000? Kalau Naik Jadi Rp 16.000 Saja Cicilan Hutang Jatuh Tempo dari 409 Trilyun Tahun Depan Bisa Berobah Jadi 500 Trilyun," tulisnya.

"Apa Nggak Mumet Cari Duitnya? Kemarin Sampeyan Bilang 409 Trilyun Saja BERAT. Gimana?," tambah Ustaz Tengku Zulkarnain, menyertakan tautan pemberitaan dari CNBC Indonesia.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara mengenai kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus level terlemah sepanjang masa.

Baca: Survei Indikator Sebut Sandiaga Uno Lebih Dikenal Masyarakat Ketimbang Maruf Amin

Berbicara di sela rangkaian Annual Meeting IMF-World Bank 2018, bendahara negara tak ragu menyebut kondisi saat ini belum mencapai puncaknya, karena tekanan masih akan berlangsung hingga tahun depan.

"Normalnya, equilibrium belum tercapai karena yang dikatakan Powell [gubernur bank sentral]," ungkap Sri Mulyani di Hotel Melia, Nusa Dua Bali, Senin (8/10/2018).

Kurs rupiah terhadap dolar pada Rabu (10/10/2018) senilai Rp 15.225per USD. Walau menguat dari sebelumnya sebesar Rp 15.427 per USD, nilai tersebut merupakan catatan terendah sejak krisis ekonomi tahun 1998 silam. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved