Gempa Donggala Palu

Sutopo Purwo Nugroho: Relawan dan Bantuan Asing Tak Bisa Asal Nyelonong Masuk Sulawesi Tengah

BNPB merilis total 72,52 ton bantuan internasional ditampung oleh Pemerintah Indonesia untuk penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah.

Sutopo Purwo Nugroho: Relawan dan Bantuan Asing Tak Bisa Asal Nyelonong Masuk Sulawesi Tengah
Warta Kota/Junianto Hamonangan
KRI Teluk Cirebon-543 membawa bantuan logistik untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. 

KEPALA Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pemerintah kini sedang fokus menangani bantuan internasional yang masuk, untuk membantu korban bencana gempa bumi di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, bantuan dan relawan asing tak bisa sembarangan masuk ke Sulteng tanpa izin dari pemerintah.

“Negara memang mengatur seperti itu, bantuan internasional hanya suplemen, bukan utama. Jadi kita mengambil apa yang memang dibutuhkan, tidak bisa relawan dan bantuan asing asal ‘nyelonong’,” ungkap Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018).

Baca: Syahrini: Rasul Meninggal Selasa Dikubur Rabu Persis Kakak Saya, Semoga Khusnul Khotimah

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, faktor kultural menjadi satu pertimbangan pemerintah untuk melakukan penyaringan kepada bantuan nasional.

Ia juga mengatakan, kini Indonesia memiliki standar penanggulangan bencana untuk mengatur bantuan asing, setelah bencana gempa bumi dan tsunami Aceh pada 2004.

“Waktu di Aceh memang semua bantuan asing bebas masuk, tapi kini kita sudah berpengalaman soal penanggulangan bencana setelah bencana tersebut,” paparnya.

Baca: Bolehkan Jokowi Pakai Pesawat Kepresidenan Saat Kampanye, KPU: Tidak Mungkin Presiden Naik Kijang

BNPB merilis total 72,52 ton bantuan internasional ditampung oleh Pemerintah Indonesia untuk penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah.

Di antaranya, 20 kotak ‘rehydration’ dan 179 ‘xeftriaxone’ dari Pemerintah India, serta satu unit ‘forklift’ dan ‘conveyer belt’ dari Inggris.

Ada 11 negara yang meminjamkan pesawat untuk membantu penanganan bencana seperti Australia, Singapura, Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Prancis, Rusia, Ukraina, dan Turki. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved