Perintis Roti Bakar Eddy yang Melegenda Menghembuskan Nafas Terakhir setelah 2 Tahun Sakit Ginjal

Sosok legenda itu telah tiada. Edi Supardi, pemilik Roti Bakar Eddy yang kondang itu, mengembuskan nafas terakhir di hadapan istri, anak dan kerabat.

Perintis Roti Bakar Eddy yang Melegenda Menghembuskan Nafas Terakhir setelah 2 Tahun Sakit Ginjal
Warta Kota/Feryanto Hadi
Sedikit tentang kedai Roti Bakar Eddy, kedai ini didirikan oleh Eddy Supardi pada tahun 1971 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kala itu, Eddy mengandalkan modal dari gaji yang telah dikumpulkannnya selama beberapa tahun. 

Edi, di hadapan anak-anaknya, dipandang sebagai sosok optimistis dan pekerja keras.

Edi juga dikenal sebagai sosok yang ramah dan bergaul dengan siapa saja, tanpa membedakan latar belakang atau status sosial.

"Pelajaran berharga yang kami dapat dari bapak, yakni sikap ramahnya kepada siapapun. Beliau dekat dengan siapa saja. Bahkan ini banyak rekan bapak yang ucapkan bela sungkawa, seperti Ustaz Yusuf Mansyur, Pak Sandiaga Uno dan lain-lain," ucap Risdy.

Satu pesan yang paling diingat Risdy, sang ayah ingin anak-anaknya melanjutkan bisnis roti bakar yang telah dirintis sejak lama ini.

Rupaya, sang anak selama ini juga menuruni darah bisnis sang ayah.

Dari empat anak, tiga di antaranya kini berkecimpung di bisnis dengan mengelola cabang roti bakar Eddy di berbagai lokasi.

Risdy sendiri kita menghandle tujuh dari 11 cabang Roti Bakar Eddy yakni di Cabang Haji Nawi, Margonda, Cibubur, Bintaro, Ciledug, Pondok Gede, dan Bogor.

"Bapak berpesan agar kita mengembangkan usaha roti bakar ini. Alhamdulillah kami anak-anaknya juga berniat melanjutkan bisnis ini dan berusaha mengembangkannya di tengah persaingan bisnis yang ketat ini. Kami akan jaga brand yang telah bapak bangun sejak lama ini," kata Risdy.

Baca: Dua Kali Cabut Permohonan, Pengusaha Gula Kembali Mohonkan Praperadilan

Baca: Ini Daftar Artis Pengisi Closing Ceremony Asian Para Games 2018, Girlband Korea Ikut Nimbrung

Edi lahir di Boyolali pada 31 Juni 1951.

Istrinya bernama Runtah. Ia memiliki empat anak dan 12 cucu.

Jenazah Edi rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut pada Kamis (11/10/2018) siang.

Sedikit tentang kedai Roti Bakar Eddy, kedai ini didirikan oleh Eddy Supardi pada tahun 1971 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Kala itu, Eddy mengandalkan modal dari gaji yang telah dikumpulkannnya selama beberapa tahun.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved