Perintis Roti Bakar Eddy yang Melegenda Menghembuskan Nafas Terakhir setelah 2 Tahun Sakit Ginjal

Sosok legenda itu telah tiada. Edi Supardi, pemilik Roti Bakar Eddy yang kondang itu, mengembuskan nafas terakhir di hadapan istri, anak dan kerabat.

Perintis Roti Bakar Eddy yang Melegenda Menghembuskan Nafas Terakhir setelah 2 Tahun Sakit Ginjal
Warta Kota/Feryanto Hadi
Sedikit tentang kedai Roti Bakar Eddy, kedai ini didirikan oleh Eddy Supardi pada tahun 1971 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kala itu, Eddy mengandalkan modal dari gaji yang telah dikumpulkannnya selama beberapa tahun. 

Saat itu, dokter bilang ada gangguan ginjal di tubuh Edi. Sejak itu, Edi rutin menjalani rawat jalan.

Kondisi Edi sempat membaik, bahkan beraktifitas normal.

Namun, kadangkala ia kembali drop dan harus dirujuk ke rumah sakit.

"Seperti bulan lalu, bapak sempat dirawat 12 hari. Tapi kondisinya membaik dan kembali pulang ke rumah," kata Risdy yang diamini adiknya, Ety lestari.

Sedikit tentang kedai Roti Bakar Eddy, kedai ini didirikan oleh Eddy Supardi pada tahun 1971 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kala itu, Eddy mengandalkan modal dari gaji yang telah dikumpulkannnya selama beberapa tahun.
Sedikit tentang kedai Roti Bakar Eddy, kedai ini didirikan oleh Eddy Supardi pada tahun 1971 di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kala itu, Eddy mengandalkan modal dari gaji yang telah dikumpulkannnya selama beberapa tahun. (Warta Kota/Feryanto Hadi)

Rabu pagi, keluarga dibuat khawatir dengan kondisi Edi yang kembali drop.

Tanpa pikir panjang, keluarga membawanya ke Rumah Sakit Mayapada di Lebak Bulus.

Selama seharian sang istri, ibu Runtah bersama anak cucunya menunggui Edi yang terbaring lemah. Hingga akhirnya pada Rabu sore Edi dipanggil Yang Maha Kuasa.

"Kami semua tidak punya firasat apa-apa. Kami tahu kondisi bapak sakit. Selama ini kami sudah berusaha maksimal, baik dengan berobat maupun doa. Jadi sudah siap menerima keputusan apapun dari Allah," ungkap Risdi yang berparas cantik

Lanjutkan Bisnis

Tidak ada permintaan khusus dari Edi jelang akhir hayatnya.

Halaman
123
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved