Kasus Ratna Sarumpaet

Pengamat Politik Pertanyakan Alasan Amien Rais Minta Jokowi Copot Kapolri

Willy Prakarsa mempertanyakan alasan Amien Rais meminta Presiden RI Joko Widodo mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian dari jabatannya.

Pengamat Politik Pertanyakan Alasan Amien Rais Minta Jokowi Copot Kapolri
TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI
Amien Rais di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10/2018). 

KETUA Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (Jari 98) Willy Prakarsa mempertanyakan alasan Amien Rais meminta Presiden RI Joko Widodo mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian dari jabatannya.

"Alasannya apa Amien minta Kapolri dicopot? Atau jangan-jangan Amien kesal karena dipanggil Polisi terkait kasus kebohongan Ratna Sarumpaet? Orang faktanya jelas kok," kata Willy yamg juga pengamat politik ini, Rabu (10/10/2018).

Mengingat sebelumnya saat memenuhi panggilan di Polda Metro Jaya sebagai saksi untuk kasus dugaan penyebaran hoax Ratna Sarumpaet.

Amien sempat menyindir soal Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan meminta Presiden RI Joko Widodo mencopot Tito sebagai Kapolri.

Namun Amien tidak menjelaskan alasan Tito harus mundur.

Baca: Sekjen Gerindra Akui Pilpres 2019 Masa Terberat Prabowo Subianto

Di samping itu, Willy mendorong agar Kapolri Jenderal Tito membuat laporan Polisi selepas polemik laporan kolaborasi 9 media di Indonesia Leaks yang terbit pada Senin (8/10/2018).

Dalam laporan yang berjudul "Skandal Perusakan Buku Merah", para jurnalisnya membuat laporan investigasi lanjutan mengenai upaya perusakan barang bukti yang dilakukan oleh dua mantan penyidik lembaga anti rasuah yang berasal dari institusi kepolisian.

Agar lanjut Willy, bagi pihak yang menyebar fitnah mengenai hal tersebut dapat diproses hukum.

Pasalnya dari penjelasan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo tidak ada penyobekan.

"Ketua KPK saja udah bilang Pengawas internal sudah memeriksa kamera, kamera memang terekam tapi secara ada penyobekan tidak terlihat di kamera itu. Jadi jari 98 usul dorong Kapolri Jenderal Tito Karnavian bikin Laporan secara pribadi. Jika tidak terbukti celoteh pihak pihak itu adalah Fitnah dan penyebar hoaks untuk itu bisa diproses. Hukum harus di tegakkan. Jadi bikin laporan itu juga adalah hak dan wewenangnya Pak Tito," tegasnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved