Marak Sindiran Pelemahan Rupiah di Media Sosial, Begini Kata Pakar Komunikasi Publik

Tuduhan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS karena ketidakmampuan pemerintah, dinilai tidak berdasar.

Marak Sindiran Pelemahan Rupiah di Media Sosial, Begini Kata Pakar Komunikasi Publik
Kolase foto Pengamat Komunikasi Publik Adi Suparto dan Status Instagram Ahmad Dhani. (Sumber foto : Dokumentasi pribadi dan Instagram @ahmaddhaniprast) 

TUDUHAN melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS karena ketidakmampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, dinilai hanyalah sebuah pernyataan yang tidak berdasar.

Hal tersebut disampaikan Pengamat Komunikasi Publik, Adi Suparto menyusul beredarnya gambar-gambar di media sosial yang menyudutkan pemerintah sebagai pemicu melemahnya mata uang Rupiah.

"Seharusnya masyarakat mempercayakan kepada pemerintah untuk menangani permasalahan ekonomi, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang. Bukan malah sebaliknya, membuat Meme yang menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat," ujar Adi Suparto dalam rilis yang diterima Warta Kota, Rabu (10/10/2018).

Ia menyadari, memasuki tahun politik, isu ekonomi kerap dijadikan ajang untuk menyudutkan pemerintahan guna mendapatkan simpati publik.

Walau demikian, masyarakat juga harus obyektif dalam menyikapi persoalan tersebut.

Baca: Ancaman Amien Rais Terhadap KPK Dinilai Sebagai Ekspresi Kepanikan

Menurut Adi Suparto, beredarnya Meme yang menggunakan simbol kenegaraan akibat ketidakpuasan sebagian masyarakat yang dilampiaskan melalui ruang publik merupakan tindakan yang tidak dibenarkan.

"Meski hal tersebut sebagai bentuk aspirasi untuk menyuarakan kepada penguasa maupun pemangku kepentingan. Akan tetapi bila tidak menggunakan cara yang elegan, tentunya akan berbuntut pada persoalan hukum," tutur Adi Suparto.

Baca: Presiden Jokowi Minta Anggota dan Pengurus LDII Tak Terjebak Kabar Bohong

Ia meminta agar semua pihak dapat memberikan solusi terbaik guna mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan stabilitas ekonomi di tengah pengaruh situasi ekonomi global.

"Terlebih, memasuki masa kampanye di tahun politik. Bila semua pihak menonjolkan ego sektoralnya guna mendapatkan kekuasaan dengan cara-cara yang tidak santun, hal ini akan memperkeruh suasana jelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang," kata Adi Suparto.

Tidak dipungkirinya, dampak ekonomi global bukan saja melanda Indonesia, akan tetapi sejumlah negara berkembang juga ikut terdampak dari persoalan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved