Kisah Gondoknya Para Pengendara Saat Melintas Jalan Lada Kota Tua

Ketersendatannya itu terjadi akibat banyaknya pengemudi ojek online (ojol), bajaj, angkutan umum ngetem.

Kisah Gondoknya Para Pengendara Saat Melintas Jalan Lada Kota Tua
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Ratusan pengemudi ojek online (ojol), angkutan umum, serta bajaj, mengetem di bibir jalan serta di depan Stasiun Kota, di sepanjang Jalan Lada, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (10/10/2018). 

Arus lalu lintas (Lalin) di sepanjang Jalan Lada, Tamansari, Jakarta Barat seringkali tersendat, baik itu pagi, siang, hingga sore hari.

Ketersendatannya itu terjadi akibat banyaknya pengemudi ojek online (ojol), bajaj, hingga angkutan umum yang ngetem di bibir jalan tersebut.

Hal ini, buat salah seorang pengendara mobil, Wendi (27), mengakui gondok karena kerapkali arus lalin di Jalan Lada menuju Gajah Mada itu tersendat.

Ia membenarkan apabila ojol, bajaj, hingga angkutan umum jadi penyebab utama.

"Walau Jalan Lada itu lebar, yang namanya itu macet ya susah diurai. Susahnya, karena para Ojol, bajaj dan angkutan umum itu ngetemnya enggak kira-kira. Padahal, ada rambu larangan parkir dan larangan berhenti. Bahkan, terdapat plang dilarang ngetem. Petugas itu, terkadang nongkrong aja di traffic light. Terpantau ngatur lalin ala kadarnya saja," ujarnya, Rabu (10/10).

Pengendara mobil lainnya yang melintas Jalan Lada, Ayu (33), mengatakan menjadi hal biasa jikalau ojol, bajaj dan angkutam umum ngetem sembarangan.

Wanita berjilbab sindir Pemprov DKI Jakarta terkait tak bisa menata kendaraan umum yang mengetem.

"Hal seperti ini, hal biasa (macet). Karena juga banyaj yang ngetem. Belum lagi ojol-ojolnya di bibir jalan parkir nungguin orderan. Bukan apa-apa, masa iya sih ada rambu larangan, namun enggan dijalankan sama mereka yang langgar aturan. Lagipula, jalan ini enggak bakal dijadiin lokasi ngetem jikalau pemerintahnya bergerak. Sementara, yang ngetem masih banyak. Maka enggak ada tindakan kan," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pengemudi ojol, Jajang (38), sewot saat ditanya mengetem di bibir Jalan Lada, atau tepat di depan Stasiun KA Kota.

Menurutnya, bukan hak petugas yang mengatur arus lalin guna menertibkan ojol-ojol di Jalan Lada.

"Salahnya dimana? Yang penting parkirnya tak diatas trotoar. Kecuali, saya parkirnya ditengah jalan baru protes. Ini kan di pinggir jalan. Kalau masalah rambu ya dilepas saja. Petugas mana mau menegur ojol, angkot, karena kebanyakan ya memang ngetemnya di pinggir jalan. Engga masalah kan," ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pergubungan dan Transportasi Jakarta Barat, Leo Amstrong akui pihaknya kerapkali lakukan penertiban kepada para ojol, bajaj dan angkutan umum.

"Sering (penertiban). Nanti akan dicek lagi ke lokasi ya," katanya kepada awak media.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved