E Commerce

Kadin Dorong Pengusaha Ritel Masuk e-Commerce

Tren perdagangan di masa depan adalah mengombinasikan penjualan online dan offline untuk bisa bertahan dari disrupsi teknologi digital.

Kadin Dorong Pengusaha Ritel Masuk e-Commerce
Istimewa
WAKIL Ketua Kadin Indonesia Vince Gowan, Ketua Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI) Rudi Rusdiah, Event Director Clarion Events Julia Kwan, Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) Soegiharto Santoso, Director Communication-Media-Tech Accenture Indonesia Donald Tirtaatmadja, dan Chief Strategy & Corporate Planning siCepat Donny Wardhana berfoto bersama usai acara konferensi pers Future Indonesia Commerce 2019 di Shari-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/10/2018). 

WAKIL Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia  Vince Gowan mendorong para pengusaha ritel, baik skala besar maupunkecil (UMKM), untuk  masuk ke penjualan online. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tren ekonomi digital yang terus berkembang pesat.

“Pertumbuhan sektor ritel di Indonesia sekitar 5 - 6 persen per tahun. Sementara pertumbuhan penjualan online mencapai  17 persen. Ini menunjukkan pertumbuhan online ritel naik tiga kali lipat dari pertumbuhan ritel itu sendiri,” kata Vince dalam konferensi pers Future Commerce Indonesia di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Menurut Vince, tren perdagangan di masa depan adalah mengombinasikan penjualan secara online dan offline. Strategi ini akan lebih efektif untuk bisa bertahan dari disrupsi teknologi digital.

Untuk mendorong para pengusaha ritel konvensional merambah bisnis online,  Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi  Nasional  (APTIKNAS) bernisiatif melakukan pelatihan online bagi para pelaku UKM.

WAKIL Ketua Kadin Indonesia Vince Gowan (kedua dari kiri) sedang memberikan paparan tentang industri ritel di Indonesia dalam konferensi pers Future Indonesia Commerce 2019 di Shari-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/10/2018).
WAKIL Ketua Kadin Indonesia Vince Gowan (kedua dari kiri) sedang memberikan paparan tentang industri ritel di Indonesia dalam konferensi pers Future Indonesia Commerce 2019 di Shari-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/10/2018). (Istimewa)

“Kami  melakukan kerjasama dengan beberapa pusat perbelanjaan untuk melakukan pelatihan bagi para pedagang untuk masuk ke penjualan online. Meskipun demikian, penjualan secara online tidak harus meninggalkan penjualan offline/toko. Pasalnya, orang Indonesia belum terlalu percaya dengan kualitas barang sebelum melihatnya secara fisik,” papar Ketua  Aptiknas Soegiharto Santoso.

Soegiharto juga mengajak para pelaku binis ritel di Tanah Air untuk mengikuti Future Commerce Indonesia 2019 untuk memperluas wawasan seputar bisnis online (e-commerce).

“Future Commerce Indonesia 2019 ini sangat bagus bagi para pelaku ritel di Tanah Air untuk melihat tren ekonomi digital di masa depan. Dengan mengikuti pameran dan konferensi ini mereka bisa menemukan cara dan strategi agar tetap unggul dalam bisnis,” papar Soegiharto.

Terbesar di Tanah Air

Future Commerce Indonesia 2019 akan diselenggarakan pada 29-30 Januari 2019 di Shari-La Hotel, Jakarta. Acara digital terbesar di Tanah Air ini sebelumnya dikenal dengan nama InternetRetailing Expo (IRX) Indonesia.

Dengan tema ‘Shaping the Future of Commerce’, acara yang diselenggarakan oleh Clarion Events ini akan menghadirkan brand dan ritel terkemuka dari lintas industri dan teknologi dengan para enabler dan start-ups dalam teknologi inovatif.

“Kami bangga dapat menginspirasi masyarakat Indonesia melalui Future Commerce Indonesia 2019. Acara ini merupakan tempat untuk bertukar ide, pemikiran dan inovasi dengan kehadiran brand terkemuka dari perusahaan lokal dan global. Kami percaya bahwa melalui rangkaian konferensi dan pameran, acara ini dapat dijadikan refensi bagi pemain digital untuk meningkatkan bisnis ke level selanjutnya,” kata Julia Kwan, Event Director Clarion Events.

Future Commerce Indonesia 2019 akan menghadirkan 100+ terobosan teknologi dari brand lokal serta start-ups seperti Accenture, Gilkor, Brava, SiCepat, dan masih banyak lagi. Konferensi ini juga akan menampilakan pameran inovatif serta menamilkan teknologi  digital terbaru yang mencerminkan New Economy di Indonesia.

“Indonesia telah menjadi salah satu pasar terbesar dalam inovasi digital. Kami senang mempersembahkan Future Commerce Indonesia 2019 sebagai bagian dari dukungan kami bagi ekonomi digital Indonesia untuk tumbuh lebih besar dan juga diakui secara internasional,” tambah Julia.

Adapun berbagai macam topik yang akan dibahas selama konferensi ini meliputi Digital, Mobile, Payment Technologies, eLogistic, Cyber Security, Analytics, Big Data, Cloud, Advertising and Marketing dalam berbagai sektor seperti Media, Finance, eCommerce, Travel & Hospitality, Education, Fashion & Beauty, serta Food & Beverage. 

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved