Prostitusi

Pelaku Praktik Prostitusi di Apartemen Center Point Dibekuk, Begini Tanggapan Pengelola

"Kita akan koordinasi dengan agen-agen yang ada di sini, kita kasih tahu aturan yang jelas, karena ada batasan-batasan yang jelas."

Pelaku Praktik Prostitusi di Apartemen Center Point Dibekuk, Begini Tanggapan Pengelola
Warta Kota/Muhammad Azzam
Apartemen Center Point, di Jalan Jend Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI---- Tiga pria yang terlibat prostitusi online di Apartemen Center Point, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dibekuk, Sabtu (6/10/2018).

Mereka diduga sebagai penyedia pekerja seks komersial (PSK) di apartemen tesebut.

Dalam razia prostitusi tersebut, petugas Polres Metro Bekasi Kota juga mengamankan 21  perempuan yang diduga sebagai PSK di tower C dan D Apartemen Center Point.

Menanggapi hal itu, Manajer Building Tower C dan D Apartemen Center Point Bekasi, Hanida mengungkapkan bahwa sudah ada aturan jelas tentang larangan penyalahgunaan unit apartemen.

Dia mengapresiasi dan mendukung langkah kepolisian dalam memberantas praktek prostitusi online, peredaran narkoba dan minuman keras (miras) di Apartemen Center Point.

Baca: Praktik Prostitusi Phone Sex yang Kerap Resahkan Warga Akhirnya Tersingkap

"Kita dukung, kegiatan razia itu untuk memberantas prostitusi online, peredaran narkoba dan miras. Itu kan komitemen kami dan juga Dewan Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS)," katanya saat ditemui wartawan, Selasa (9/10/2018).

Hanida menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya-upaya pencegahan terkait  praktik prostitusi di Apartemen Center Point.

Meski begitu, pihaknya tidak bisa melakukan langkah lebih jauh, apalagi sampai melakukan penentuan kriteria orang yang bakal menyewa unit apartemen.

"Kita sudah berulang kali melakukan koordinasi kepada penghuni maupun kepada para agen yang menyewakan unit," ucapnya.

Baca: Pelaku Penyedia Layanan Prostitusi Online di Bekasi Mengaku Jual Pacarnya Sendiri

"Kita akan koordinasi dengan agen-agen yang ada di sini, kita kasih tahu aturan yang jelas, karena ada batasan-batasan yang jelas, karena kita tidak bisa bekerja sendiri," katanya lagi.

Dia juga mengajak warga penghuni apartemen untuk melaporkan jika mengetahui ada praktik prostitusi online tersebut. Ia tidak menampik, penghuni juga kerap mengeluhkan kondisi tersebut.

"Prostitusi atau penyimpangan yang lain kan tentunya meresahkan penghuni ya. Penghuni dukung sekali, mangkanya kita minta mereka ikut serta juga dalam pengawasan," ucapnya.

"Kita juga sejak dulu telah pasang poster atau seruan tolak prostitusi dan peredaran narkoba," kata Hanida lagi.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved