pendidikan

Orangtua Siswa Kaget, Ada Grup Whatsapp Pelajar SMP Berisi Konten Pornografi

"Saya berharap Dinas Pendidikan dan sekolah bisa lebih ketat lagi awasi anak di sekolah."

Orangtua Siswa Kaget, Ada Grup Whatsapp Pelajar SMP Berisi Konten Pornografi
Thinkstock/Andrey Popov
ILUSTRASI Pornografi 

WARTA KOTA, BEKASI---- Orangtua siswa di Kabupaten Bekasi kaget dan prihatin saat mendengar kabar ditemukannya group Whatsapp (WA) "All Stars" berisikan konten pornografi.

Grup media sosial itu dibuat oleh sejumlah siswa di salah satu SMP di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Isi dalam group itu ada 42 video porno, ajakan tawuran, dan  ajakan mesum  

Hal itu diungkapkan Rahmat Majid (40), orangtua siswa  salah satu SMPN Tambun Selatan, kepada Warta Kota, Selasa (9/10/2018).

Baca: Janda Muda Dua Anak Tawarkan Pornografi BDSM Diancam 6 Bulan Penjara

Rahmat menyayangkan, ada grup WA yang berisikan konten-konten pornografi itu, bahkan ada chat ajakan hubungan intim.

"Wah saya kaget juga baca beritanya. Saya kan punya anak SMP. Saya berharap Dinas Pendidikan dan sekolah bisa lebih ketat lagi awasi anak di sekolah," kata Rahmat yang memiliki anak duduk di kelas IX.

Atas kejadian itu, Rahmat akan lebih memperketat melakukan pengawasan kepada anaknya.

"Ya kita akan lebih cermat lagi dalam memperhatikan anak. Masa pertumbuhan anak SMP ini kan rawan dan sensitif, karena sedang pencarian jati diri dan pembentukan pola pikir. Saya akan lebih sering berkomunikasi aja," ucapnya.

Dia menambahkan, dirinya tidak dapat memungkiri penggunaan ponsel di kalangan anak SMP termasuk anaknya.

"Mengajarkan anak dunia teknologi dan modernisasi juga penting. Tinggal pengawasan penggunaan hape-nya saja," ucapnya.

Baca: VIDEO: KPAI Sebut Ada Indikasi Bisnis Pornografi dari Kasus Bandung

"Kalau saya sih selektif, hape anak saya tidak boleh pakai kode. Kalau pakai saya harus tahu, ya agar kita tahu isi hape-nya," katanya.

Dia juga menyarankan agar pihak sekolah tidak  memperbolehkan siswa membawa ponsel ke sekolah.

Selain itu, dia juga mengkritisi sejumlah guru yang masih banyak menggunakam ponsel pada saat mengajar.

"Guru harus beri contoh juga, pada saat proses belajar mengajar jangan bawa hape, ini kan guru banyak yang main hape. Siswanya ngerjakan tugasnya, ia malah asik main hape," ujarnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved