KPAD Bekasi Temukan Grup WhatsApp Pelajar SMP, Isinya Video Porno Sampai Ajakan Tawuran

Grup tersebut dijadikan wadah untuk berbagi konten video porno dan aktivitas tidak terpuji lainnya.

KPAD Bekasi Temukan Grup WhatsApp Pelajar SMP, Isinya Video Porno Sampai Ajakan Tawuran
istimewa
WhatsApp 

KOMISI Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi menemukan grup WhatsApp 'All Stars' yang dibuat oleh sejumlah siswa di salah satu SMP di Cikarang Selatan.

Grup tersebut dijadikan wadah untuk berbagi konten video porno dan aktivitas tidak terpuji lainnya.

Anggota komisioner KPAD Kabupaten Bekasi Muh Rojak mengatakan, grup WhatsApp itu belum lama ditemukan. Grup berisi 24 orang, 10 perempuan dan 14 laki-laki.

Baca: Keluarga Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Kena PHP Oknum Pemkot Tangsel

"Grup itu ditemukan saat ada razia siswa yang dilakukan pihak sekolah minggu lalu. Saat diperiksa isi HP-nya ditemukan grup itu, pada masuk grup itu. Mereka semua merupakan siswa kelas tiga SMP," kata Muh Rojak kepada Warta Kota, Selasa (9/10/2018).

Ia menjelaskan, dalam grup itu ada 42 video porno, ajakan tawuran, maupun ajakan mesum personal. Bahkan, ada foto murid yang sedang memegang celurit tidak jauh dari lokasi.

"Dari kejadian itu, tiga siswa dipindahkan, satu berhenti. Mereka (ketiga) itu merupakan admin dan juga yang nyebarnya video-nya. 20 bertahan di sekolah tersebut, dengan masih dalam pengawasan guru Bimbingan Konseling (BK). Kami juga turut mengawasi," paparnya.

Baca: Fadli Zon Tulis Status Pakai Tagar #2019tetapAntiPKI, Siapa yang Disasar?

Atas kejadian itu, saat ini 20 siswa yang masih tetap di sekolah terus dalam pengawasan dan bimbingan pihak sekolah. Mereka absen setiap pagi, serta Salat Duha  dan Asar berjamaah.

"Semua dalam pengawasan kita. Setiap pagi anak-anak ini isi absensi ikut Salat Duha bareng, Zuhur bareng, sampai Asar pun bareng. Terakhir pulang juga harus absen," jelasnya.

Rojak menilai hal itu terjadi karena lemahnya pengawasan orang tua kepada anaknya.

"Ya karena minim pengawasan, jadi banyak orang tua yang jarang ajak diskusi anaknya. Banyak anak HP dikunci, ini orang tua harus tahu dan mengecek. Memang seharusnya SMP jangan terlebih dahulu memegang HP, karena zaman era teknologi ini tanpa batas. Ini kan bicaranya anak anak kebawa arus dengan teknologi yang begitu luar biasa," ulasnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved