Bareskrim Akhirnya Terima Laporan Kuasa Hukum Eggi Sudjana Terhadap Farhat Abbas

Laporan mereka terkait dugaan kasus pencemaran nama baik yang dilakukan Farhat Abbas telah diterima Bareskrim Polri.

Bareskrim Akhirnya Terima Laporan Kuasa Hukum Eggi Sudjana Terhadap Farhat Abbas
Warta Kota/Hamdi Putra
Pengacara BEM RN PAS saat melaporkan Farhat Abbas ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/10/2018). 

Barisan Emak Militan Relawan Nasional Prabowo-Sandi (BEM RN PAS) akhirnya bisa bernafas lega.

Sebab, laporan mereka terkait dugaan kasus pencemaran nama baik yang dilakukan Farhat Abbas telah diterima Bareskrim Polri pada Selasa (9/10/2018) sore.

Sehari sebelumnya, Bareskrim Polri menolak laporan tim pengacara BEM RN PAS dengan alasan terlebih dahulu akan menindaklanjuti laporan yang dibuat Farhat Abbas.

Namun, BEM RN PAS tidak menyerah begitu saja terhadap penolakan Bareskrim Polri.

Perjuangan mereka berbuah manis setelah Divisi Propam Polri menginstruksikan agar Bareskrim menerima laporan tim pengacara BEM RN PAS.

BEM RN PAS melaporkan Farhat Abbas dengan tuduhan telah melakukan pencemaran nama baik terhadap Ketua Umum RN PAS, Eggi Sudjana serta 16 orang lainnya termasuk Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno dan Amien Rais.

"Alhamdulillah pada hari ini laporan kami terhadap Farhat Abbas dengan pelapor atas nama Elidanetti telah diterima Bareskrim Polri. Nomor laporannya STPL/1043/X/2018/BARESKRIM. Tadi kami sudah ke Divisi Propam Mabes Polri ketemu dengan Kadiv Propam dan Bagian Penindakan. Setelah kita ke Propam Alhamdulillah sudah ada respon yang baik dari Bareskrim Polri sehingga perkara ini dapat dilanjutkan," ujar salah satu tim kuasa hukum BEM RN PAS, Pitra Romadoni Nasution.

Ia mengatakan, Pasal 102 Ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dengan tegas telah mengatur, penyidik yang mengetahui, menerima laporan atau pengaduan tentang terjadinya suatu peristiwa yang patut diduga merupakan tindak pidana wajib segera melakukan tindakan penyelidikan yang diperlukan.

"Saya menilai Farhat Abbas telah mencemarkan nama baik Eggy Sudjana dan 16 orang lainnya termasuk capres-cawapres kami Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno. Dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang dilakukan Farhat Abbas ini melanggar Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946, KUHP Pasal 220, 310, 311 dan 317," tutur Elidanetti.

BEM RN PAS merasa pernyataan Farhat Abbas tentang adanya konspirasi dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet telah melukai hati para pendukung Prabowo-Sandi.

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved