Saluran Penghubung di Jalan Karang Bolong Bau Karena Ini

Bau tidak sedap selalu timbul dari saluran penghubung (Phb) di Jalan Karang Bolong Raya, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Saluran Penghubung di Jalan Karang Bolong Bau Karena Ini
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Petugas memperbaiki turap saluran penghubung di Jalan Karang Bolong, Ancol, Jakarta Utara. 

BAU tidak sedap selalu timbul dari saluran penghubung (Phb) di Jalan Karang Bolong Raya, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Belakangan masalah tersebut diakibatkan pembuangan limbah yang tidak melalui pengolahan terlebih dahulu.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Pademangan, Abdul Azis mengatakan bau tidak sedap yang timbul dari saluran Phb Karang Bolong diakibatkan limbah yang dibuang secara langsung ke kali tanpa melalui pengolahan.

“Itu (sumbernya) kan dari dekat (kawasan) Ancol sana yang air limbahnya dibuang lewat situ, makanya air bau sampai ke belakang,” kata Azis, Minggu (7/10/2018).

Menurut Azis, pembuangan limbah ke saluran yang lokasinya berdekatan dengan sejumlah pabrik tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Pasalnya biaya untuk penjernihan air limbah sangat mahal.

“Biaya untuk pengolahan air dari keruh ke jernih itu kan mahal biayanya. Jadi dia nunggu orang nggak ada baru dibuang, makanya baunya kemana-mana. Terus sekarang pipanya diganti, dimasukin ke dalam air,” katanya.

Menyikapi hal itu, pihaknya akan melakukan pengerukan dengan alat berat backhoe untuk menghilangkan bau tidak sedap dari saluran tersebut. Namun sebelumnya akan dilakukan perbaikan turap yang kondisinya sudah keropos.

“Posisinya dari ujung (jalan) Karang Bolong sampai ke apartemen yang ada warung kecil. Pengerukan karena bau tidak sedap, dampak dari pembuangan limbah dan di situ terjadi sedimen bekas dulu penggusuran kali, jadi air nggak jalan,” ucapnya.

Menurut Azis, jika tidak ada aral melintang, pengerukan diprediksi baru akan dimulai pada minggu depan. Pasalnya, stok bahan bakar untuk alat berat yang digunakan untuk mengeruk saluran Phb tersebut sedang habis.

“Pengerukan mungkin minggu depan, nunggu solar sama alatnya. Saya konfirmasi ke kepala gudang bagian solar, solarnya lagi kosong buat alat berat,” tutur Azis. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved