Hilangkan Bau Tidak Sedap, Saluran Phb Karang Bolong akan Dikeruk

Sebagian saluran penghubung di di Jalan Karang Bolong Raya, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara akan dikeruk untuk menghilangkan bau busuk.

Hilangkan Bau Tidak Sedap, Saluran Phb Karang Bolong akan Dikeruk
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Petugas memperbaiki turap saluran penghubung di Jalan Karang Bolong, Ancol, Jakarta Utara. 

SEBAGIAN saluran penghubung (Phb) di di Jalan Karang Bolong Raya, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara akan dikeruk. Pengerukan tersebut dilakukan untuk menghilangkan bau tidak sedap yang timbul dari saluran itu.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Pademangan, Abdul Azis mengatakan saat ini dilakukan perbaikan turap sepanjang 300 meter.

Setelah itu, 150 meter di antaranya akan dilakukan dikeruk dengan alat berat backhoe.

“Posisinya dari ujung (jalan) Karang Bolong sampai ke apartemen yang ada warung kecil. Pengerukan karena bau tidak sedap, dampak dari pembuangan limbah dan di situ terjadi sedimen bekas dulu penggusuran kali, jadi air nggak jalan,” ucapnya, Minggu (7/10/2018).

Menurut Azis, pengerukan dengan alat berat backhoe menjadi solusi karena dasar saluran Phb tersebut sudah penuh dengan lumpur dan bercampur dengan batuan keras. Sehingga menyulitkan untuk dikeruk tanpa alat berat.

“Kemaren anak buah saya suruh, sudah batu semua, sudah lumpur keras dan musti pakai cangkul, makanya saya usulin pakai backhoe. Dulu kayanya bekas penertiban rumah-rumah di atasnya, makanya banyak batunya. Jadi nggak bisa dicangkul, harus pakai alat,” ucapnya.

Adapun turap yang sedang dibangun memiliki ketinggian sekitar 2,25 meter dari permukaan air. Apabila sudah dikeruk secara maksimal, permukaan air dapat menurun secara signifikan.

“Paling kalau dikeruk bisa turun sampai 45 cm, bedanya jauh,” kata Azis.

Menurut Azis, jika tidak ada aral melintang, pengerukan diprediksi baru akan dimulai pada minggu depan. Pasalnya, stok bahan bakar untuk alat berat yang digunakan untuk mengeruk saluran Phb tersebut sedang habis.

“Pengerukan mungkin minggu depan, nunggu solar sama alatnya. Saya konfirmasi ke kepala gudang bagian solar, solarnya lagi kosong buat alat berat,” tutur Azis.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved