Kasus Ratna Sarumpaet

Fahri Hamzah: Kenapa Ratna Sarumpaet Dianggap Bohong Padahal Sudah Mengaku?

Menurut Fahri Hamzah, tidak terpilihnya Mahfud MD merupakan bagian dari kebohongan Joko Widodo (Jokowi).

Fahri Hamzah: Kenapa Ratna Sarumpaet Dianggap Bohong Padahal Sudah Mengaku?
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ditanya wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Direskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/3/2018). 

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah menyinggung tidak terpilihnya Mahfud MD sebagai calon wakil presiden Jokowi, saat ditanya mengenai pelaporan terhadapnya karena dinilai ikut menyebarkan kabar palsu Ratna Sarumpaet.

Menurut Fahri Hamzah, tidak terpilihnya Mahfud MD merupakan bagian dari kebohongan Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, Mahfud MD telah yakin akan menjadi cawapres dengan menyebut panggilan sejarah.

Mahfud MD bahkan telah menjahit baju.

"Ternyata Pak Jokowi mengumumkan orang yang berbeda. Pertanyaannya, di sini ada kebohongan menjadi tersangka, di sana ada kebohongan tidak jadi tersangka. Kan nalar hukum kita harus fair dong," tutur Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Baca: Kali Bekasi Tercemar Parah, Ridwan Kamil Diminta Turun Tangan

Baca: Berpotensi Ganggu Pilpres 2019, Polri Gerak Cepat Tangani Kasus Ratna Sarumpaet

Menurut Fahri Hamzah, Ratna Sarumpaet justru lebih baik karena mengakui kebohongan tersebut.

Fahri Hamzah bahkan berani berdebat dengan ahli hukum untuk membandingkan kebohongan yang dibuat Ratna Sarumpaet dengan Jokowi.

"Ayolah, mana ahli hukum yang jago-jago? Ayo kita debat di sini, terhadap dua fakta ini. Kenapa Ratna Sarumpaet dianggap melakukan kebohongan padahal dia sudah mengaku?" Tanyanya.

Menurut Fahri Hamzah, tidak tepat bila orang mempercayai cerita yang kemudian belakangan diketahui bohong, lalu diseret ke ranah hukum.

Baca: Fahri Hamzah Pertanyakan Polisi Tangkap Ratna Sarumpaet di Pesawat Asing

Apabila hal tersebut terjadi, maka banyak rakyat Indonesia juga akan ikut terseret karena mempercayai kebohongan pemerintah.

"Pertanyaannya yang berbohong siapa, Ratna Sarumpaet kan? Kalau orang yang mempercayai seseorang kebohongan adalah salah, ya rakyat juga salah, kenapa? Karena terus mempercayai kebohongan pemerintah," bebernya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved