Dampak Buruk Media Sosial: Merasa Dikucilkan dan Membuat Otak Lemot

Menurut sebuah studi terbaru menelusuri linimasa dapat membuat kita merasa ditinggalkan dan terkucil.

Dampak Buruk Media Sosial: Merasa Dikucilkan dan Membuat Otak Lemot
livewire
Ilustrasi instagram 

WARTA KOTA, PALMERAH---Jika scrolling media sosial membuat otak Anda pusing, Anda tidak sendirian.

Saat menelusuri linimasa, terkadang kita melihat percakapan, foto, dan lelucon yang dilemparkan antarteman, di mana kita tidak terlibat di dalamnya.

Menurut sebuah studi terbaru dari Social Science Computer Review, pengamatan ini dapat membuat kita merasa ditinggalkan dan terkucil.

Pada akhirnya, perasaan terisolasi tersebut mengganggu kemampuan berpikir rasional kita.

Para peneliti dari University Buffallo mengobservasi profil 194 orang untuk menguji efek eksklusi sosial terhadap pikiran manusia.

Setengah partisipan diminta untuk melihat interaksi kedua temannya di Facebook yang tidak melibatkan mereka.

Sementara kelompok satunya melihat postingan tanpa interaksi teman-temannya.

Hasilnya menunjukkan bahwa partisipan yang berada di kelompok pertama mengalami emosi negatif.

Selain itu, menurut peneliti, mereka juga memiliki "pemikiran yang terhambat" - membuatnya lebih rentan terhadap rangsangan seperti iklan.

Mengapa merasa dikucilkan berpengaruh pada kecerdasan seseorang?

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved