Asian Para Games 2018

Asian Para Games 2018, Reza Rahardian dan Surya Sahetapy Dialog Refleksi Bercermin Pancasila

Bhineka Tunggal Ika menyambut para peserta, gambar candi di layar lebar dan muncul 20 relief yang menggambarkan beragam agama dan suku Indonesia.

Asian Para Games 2018, Reza Rahardian dan Surya Sahetapy Dialog Refleksi Bercermin Pancasila
Warta Kota/Dewi Pratiwi
Defile 43 negara untuk 18 cabang di Asian Para Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan. 

WARTA KOTA, SENAYAN---Pembukaan Asian Para Games 2018 diawali dengan sambutan kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai negara di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2018).

Bhineka Tunggal Ika menyambut para peserta. Tampak candi di layar lebar dan muncul 20 relief yang menggambarkan beragam agama dan suku yang ada di Indonesia.

Ada relief masjid, gereja, pura, dan vihara yang melambangkan lima agama yang ada di Indonesia.

Ada relief Monas juga rumah gadang. Kemudian tampak wajah-wajah Indonesia di layar lebar terseyum hangat menyapa seluruh penonton dan peserta Asian Para Games.

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani membawa bendera Merah Putih untuk dikibarkan.

Saat ia membacakan puisi, tampil video Fatmawati, istri Presiden RI pertama Soekarno yang membuat bendera Merah Putih yang pertama.

Kemudian tampil Desa Benggala yang ada di Singaraja, Bali. Desa ini dihuni oleh warga yang sebagian besar tuna rungu sehingga mereka menggunakan bahasa isyarat dalam berkomunikasi sehari-hari.

Sebelum defile masuk, duet tarian kemenangan dan dialog refleksi yang bercermin kepada Pancasila dibawakan Reza Rahardian dan aktivis tuli Surya Sahetapy.

Sebelum acara utama pembukaan Asian Para Games 2018 digelar, panitia menggelar acara off air sejak pukul 18.00 hingga pukul 19.00 WIB.

Acara yang dipandu Rafi Ahmad ini diawali dengan penampilan Jamaica Cafe yang membawakan sejumlah lagu menggugah semangat anak negeri.

Kemudian tampil komunitas seni yang berisi para disabilitas.

Mereka menari dengan dan tanpa iringan musik. Ada atau tidak ada musik, bukan menjadi penghalang mereka menampilkan kemampuan mereka dalam menari.

Panitia menghadirkan seorang tuna netra pertama di dunia yang diundang berpidato oleh Pangeran Edward di acara Royal Dinner with Royal Family, London tahun 2015, Sikdam Hasyim.

Baca: Sikdam Hasyim Hadir di Pembukaan Asian Para Games 2018

Baca: Tiket Terjual Habis, Menjelang Pembukaan Asian Para Games 2018 Bangku di GBK Terlihat Kosong

Baca: Ojek disabilitas Mempermudah Disabilitas Menyaksikan Pembukaan Asian Para Games 2018

Penulis: Dewi Pratiwi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved