Alasan Pidi Baiq Menolak Cerita Novel Dilan 1990 Akan Dibeli Rp 3 Miliar
Alasan Pidi Baiq menolak cerita novel Dilan 1990 akan dibeli Rp 3 miliar, dan malah melepas novel itu dengan harga Rp 200 juta.
WARTA KOTA, PALMERAH---Kisah cinta Dilan dan Milea yang terajut manis di film drama remaja Dilan 1990 (2018) dilanjutkan di Dilan 1991.
Dua bintang utama, Iqbaal Ramadhan (18) yang memainkan peran Dilan dan Vanesha Prescilla (18) sebagai Milea, akan tetap dipertahankan sutradara Fajar Bustomi dan Pidi Baiq.
Keduanya akan tetap memainkan peran sama di Dilan 1991.
Sambil menunggu jadwal syuting, Fajar dan Pidi juga masih mencari pemeran lain yang belum muncul di Dilan 1990 melalui open casting yang dibuka sejak beberapa waktu lalu.
Sejumlah bintang film ternama negeri ini yang akan menemani Iqbaal dan Vanesha menjalani syuting Dilan 1991 di antaranya Maudy Koesnadi dan Bucek Depp (ayah Dilan).
"Saya memilih sendiri para pemain filmnya karena ingin mereka, yang kalau saya marahin itu nggak tersinggung," kata Pidi Baiq, si empunya cerita Dilan 1990 dan Dilan 1991, ketika berbincang di Kantor Warner Music Indonesia, Gedung Alia Lantai 6, Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (5/10/2018).
Pidi yang menyebut dirinya sebagai Imam Besar The Panasdalam ini hanya bisa bersyukur begitu Dilan 1990 --merupakan film kedua garapannya setelah Baracas (Barisan Anti Cinta Asmara/2017)-- jadi tontonan favorit dan laris selama diputar di seluruh bioskop Indonesia.
Pidi mengatakan, cerita novel Dilan 1990 pernah dibeli Rp 3 miliar oleh sebuah rumah produksi besar dan ternama Indonesia.
Tapi Pidi menolak karena sebagai penulis novelnya, ia tidak dilibatkan dalam penggarapan film.
Tawaran produser Ody Mulya Hidayat dari Max Pictures yang membelinya hanya Rp 200 juta diberikan Pidi lantaran Ody memberi kebebasan padanya untuk ikut berkarya di film Dilan 1990.
"Saya senang ikut berkarya dan bersyukur kalau sekarang dikenal karena Dilan 1990 laris. Saya hanya berkarya mengisi waktu luang saja," kata Pidi membenarkan, selama ini sengaja tidak pernah mau tampil di televisi layaknya selebritas.
Pidi merasa, dia hanya orang yang senang menulis ide karena ingin bercerita, bukan penulis ternama.
Pidi berkarya hanya untuk mengisi waktu dan bukan menjadikannya sebagai pekerjaan utama.
Seperti saat menulis novel Dilan 1990 dan Dilan 1991, hingga Milea --seri lanjutan ketiga--, Pidi menuliskan cerita-cerita tersebut sebagai salah satu sarananya mengisi kekosongan waktu.
Pidi hanya menyebutkan, profesinya adalah menggambar, merancang, dan membuat ilustrasi dalam buku atau perangko saja.
"Itu juga sudah menjadi bagian masa lalu saya. Sekarang ini sudah tidak saya lakukan lagi. Makanya, saya tidak tertarik masuk televisi," kata Pidi.
Baca: Dilan 1991, Mulai Syuting di Bandung November 2018
Baca: Baru Lima Hari, DVD Dilan 1990 Terjual 45 Ribu Keping
Baca: Pos Indonesia Keluarkan Perangko dan Kartu Pos Dilan 1990