Gempa Donggala Palu

Likuefaksi di Petobo Lenyapkan 1 Desa, Ini Paling Dahsyat

Dari semua likuefaksi yang pernah terjadi, likuefaksi di Petobo adalah yang terdahsyat hingga membuat sebuah desa lenyap.

Likuefaksi di Petobo Lenyapkan 1 Desa, Ini Paling Dahsyat
Kompas.com/Rosyid A Azhar
LUMPUR yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4 menenggelamkan rumah-rumah di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

FENOMENA likuefaksi atau tanah bergerak seperti yang terjadi di desa Petobo, Palu, setelah gempa berkekuatan 7,4 sebenarnya bukan yang pertama.

Menurut catatan Adrin Tohari, peneliti bidang Geoteknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), setidaknya ada tujuh likuefaksi yang pernah terjadi di Indonesia sejak 1992.

Baca: Citra Satelit Tunjukkan 180 Hektar Wilayah Petobo Terdampak Likuefaksi atau Tanah Bergerak

Baca: Citra Satelit Tunjukkan 47,8 Hektar Wilayah Balaroa Palu Amblas

Dari semua likuefaksi yang pernah terjadi, Adrin mencatat likuefaksi di Petobo adalah yang terdahsyat hingga membuat sebuah desa lenyap.

Setelah gempa Flores berkekuatan 7,8 yang terjadi tahun 1992, muncul fenomena likuefaksi di Maumere. Meski gempa itu juga mengakibatkan tsunami setinggi 36 meter, namun likuefaksi yang terjadi disebut berskala kecil.

Adrin mengungkap, likuefaksi di Maumere hanya berupa retakan-retakan tanah yang membuat sedikit amblas dan munculnya sedikit semburan pasir.

Kemudian, gempa bumi di Aceh tahun 2004 juga menimbulkan likuefaksi dengan skala lokal yang kecil.

Gempa Jogja tahun 2006 menyebabkan sumur penduduk tersumbat dan muncul likuefaksi di daerah Gunung Kidul.

Selain itu, likuefaksi berskala kecil juga terjadi saat gempa Bengkulu tahun 2007, gempa Padang tahun 2009, dan gempa yang baru saja terjadi di Lombok.

"Tapi semuanya likuefaksi berskala kecil yang berupa semburan pasir, retakan-retakan, atau penyumbatan sumur. Tidak ada yang mengalir dan menenggelamkan ratusan rumah seperti di Petobo," kata Andri.

Hal ini karena semua likuefaksi itu muncul di sumber gempa yang jaraknya jauh hingga ratusan kilometer.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved