Pilpres 2019

Golkar Pecat 3 Kader dan Calegnya yang Dukung Prabowo-Sandi Melalui Deklarasi Go Prabu

DPP Partai Golkar akhirnya memutuskan untuk memecat kader dan calegnya yang mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi

Golkar Pecat 3 Kader dan Calegnya yang Dukung Prabowo-Sandi Melalui Deklarasi Go Prabu
Warta Kota/Hamdi Putra
Sekjen DPP Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (3/10/2018) sore. 

DEWAN Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar akhirnya memutuskan untuk memecat kader dan calegnya yang mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Keputusan tersebut diambil melalui rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, pada Rabu (3/10/2018).

"Tindakan yang dilakukan Fadly, Cupli Risman dan Arsy Divinibun merupakan tindakan yang melawan, bertentangan dan membangkang kebijakan Partai Golkar yang telah secara resmi mendukung pencalonan Pak Joko Widodo sebagai capres 2019," ujar Sekjen DPP Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus di DPP Partai Golkar usai rapat.

Keputusan Partai Golkar mendukung capres Joko Widodo merupakan kebijakan yang telah diputuskan dalam Rapimnas Partai Golkar tanggal 28 Juli 2016 dan ditegaskan kembali dalam Munaslub Partai Golkar tanggal 19-20 Desember 2017 di Jakarta yang merupakan forum tertinggi Partai Golkar.

"Rapat DPP Partai Golkar tanggal 3 Oktober 2018 yang dipimpin Ketua Umum DPP Partai Golkar memutuskan memberikan sanksi berupa pemberhentian sebagai anggota Partai Golkar dan pencabutan NPAPG kepada Fadly caleg DPR RI dapil Jatim V, Cupli Risman caleg DPRD DKI Dapil DKI Jakarta IV dan Arsi Divinibun sebagai anggota Partai Golkar," tutur Lodewijk Freidrich Paulus.

Keputusan ini diambil Partai Golkar juga dengan mempertimbangkan usulan dari sejumlah pihak seperti Surat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) tertanggal 1 Oktober 2018 tentang pemberhentian ketiganya sebagai anggota Partai Golkar.

Pertimbangan berikutnya adalah Surat Mahkamah Partai Golkar Nomor B.58/MP-GOLKAR/X/2018 tanggal 1 Oktober 2018 perihal pelanggaran konstitusi Partai Golkar.

Selanjutnya yang menjadi bahan pertimbangan pemberian sanksi yakni surat Majelis Etik Partai Golkar Nomor 013/ME/GOLKAR/X/2018 tanggal 2 Oktober 2018 tentang rekomendasi pelanggaran etik yang dilakukan kader Partai Golkar.

Selain itu, dengan memperhatikan secara seksama Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar, Munaslub Partai Golkar tahun 2017, Rapimnas tahun 2016 dan Peraturan Organisasi Nomor PO-15/DPP/GOLKAR/VII2017 tentang Penegakan Disiplin Organisasi.

"Sejak keputusan dibuat maka kepada mereka hak dan kewajiban sebagai anggota Partai Golkar dicabut dan tidak lagi menggunakan atribut Partai Golkar dan mengatasnamakan Partai Golkar. Jika yang bersangkutan masih mengatasnamakan dan memakai atribut Partai Golkar maka Partai Golkar akan menempuh jalur hukum," ucap Lodewijk Freidrich Paulus.

Sebelumnya, sejumlah pihak yang mengatasnamakan forum caleg Partai Golkar mendeklarasikan 'Go Prabu' atau Golkar Prabowo-Uno di Hotel Crown Jakarta, pada Senin (24/9/2018).

Diantaranya terdapat nama Fadly (caleg DPR RI Dapil V Jawa Timur), Cupli Risman (caleg DPRD DKI Dapil DKI Jakarta IV) dan Arsi Divinibun (anggota Partai Golkar(M15)

Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help