Kasus Pelindo II, Negara Merugi hingga Rp 14,68 Triliun

Rapat Paripurna DPR terkait kasus Pelindo II pada Selasa (2/10/2018) memaparkan sejumlah fakta.

Kasus Pelindo II, Negara Merugi hingga Rp 14,68 Triliun
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rieke Diah Pitaloka usai Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia terkait kasus Pelindo II di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (2/10/2018). (Foto: Rieke Diah Pitaloka) 

RAPAT Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia terkait kasus Pelindo II pada Selasa (2/10/2018) memaparkan sejumlah fakta.

Salah satunya adalah kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 14,68 triliun.

Data tersebut diungkapkan Ketua Pansus Panitia Angket DPR-RI tentang Pelindo II, Rieke Diah Pitaloka berasal dari audit investigatif yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap Pelindo II melalui Surat Ketua DPR RI Nomor PW/02699/DPR RI/II/2016.

Pasca pemeriksaan, BPK RI katanya telah menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) sesuai permintaan Pansus Angket DPR RI tentang Pelindo II, antara lain LHP Perpanjangan Kerjasama Pengoperasian dan Pengelolaan JICT pada tanggal 13 Juni 2017.

Indikasi kerugian negara ditaksir mencapai Rp 4,08 triliun.

Selanjutnya adalah LHP Perpanjangan Kerjasama Pengoperasian dan Pengelolaan KSO, TPK Koja pada tanggal 31 Juni 2018 dengan kerugian mencapai Rp 1,86 triliun serta LHP Pembiayaan Pembangunan Terminal Kalibaru Tahap I lewat Global Bond senilai Rp 741,76 miliar pada tanggal 31 Januari 2018.

Selain itu, LHP Pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru Utara Tahap I pada tanggal 26 September 2018 dengan indikasi kerugian negara mencapai Rp 1 triliun dan potensi kerugian negara Rp 407, 526 miliar.

"BPK menyatakan pula bahwa pembangunan Terminal Kali Baru gagal konstruksi. Artinya, negara mengalami kerugian senilai kurang lebih Rp 7 triliun atas dana yang telah dikeluarkan untuk pembangunan Terminal Kali Baru. Sehingga kerugian negara pada proyek ini sesungguhnya senilai Rp 8 triliun plus potensi kerugian negara senilai Rp 400 miliar," ungkap Rieke lewat siaran tertulis pada Selasa (2/10/2018) malam.

Dengan demikian lanjutnya, hasil audit investigatif BPK RI mengungkap kerugian negara di Pelindo II mencapai Rp 14, 68 triliun. Selain itu, akibat Global Bond yang tanpa perhitungan yang matang, saat ini Pelindo II menanggung beban membayar bunga utang Rp 100 miliar.

"Global Bond kalau dihitung dengan selisih kurs sekarang diprediksi mencapai Rp 150 miliar. Mohon pengawalan dari seluruh rakyat Indonesia agar ada tindak lanjut dan keadilan atas rekomendasi Pansus Panitia Angket DPR-RI tentang Pelindo II dan laporan investigasi BPK RI," jelasnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved