Ustaz Abdul Somad Akui Kagumi Che Guevara

Ustaz Abdul Somad mengaku mengidolakan Ernesto Guevara Lynch de La Serna atau dikenal dengan nama Che Guevara.

Ustaz Abdul Somad Akui Kagumi Che Guevara
Facebook/Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad saat ceramah di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Ikhlas, Labuh Baru, Pekanbaru, Riau. 

USTAZ Abdul Somad mengaku mengidolakan Ernesto Guevara Lynch de La Serna atau dikenal dengan nama Che Guevara.

Bahkan, revolusioner sekaligus tokoh pergerakan Amerika Latin itu menjadi inspirasinya.

Pernyataan Ustaz Abdul Somad itu terekam dalam video tausiah yang diunggah kembali oleh Rivky lewat akun @rivky_alvarez.

Dalam paparannya, Ustaz Abdul Somad mengaku terkesan dengan sosok Che Guevara yang berasal dari kalangan bangsawan itu justru masih perduli dengan rakyat kecil.

"Tahu Che Guevara, yang pakai topi baret, karena saya terpukau dengan hidup dia. Dia dokter, anak orang kaya, ditinggalkannya istana bapaknya, masuk ke hutan karena tertarik ingin menyelamatkan orang kena malaria," ungkap Ustaz Abdul Somad.

Baca: Unida Gontor Kembangkan Kerjasama dengan Dua Universitas Terkemuka Rusia

"Che Guevara pernah menjadi inspirasi dalam hidup saya. Belakangan saya cari tahu, rupanya dia komunis, tak bertuhan. Ternyata orang tak bertuhan pun ada kepedulian dalam hatinya. Kalau kita yang mengaku bertuhan tidak perduli, di akhirat Che Guevara senyum-senyum tengok kita, aku masuk neraka tapi aku pernah peduli, kau mau masuk surga ngaku aja," tambahnya.

Terlepas sosok Che Guevara serta paham komunis yang dianutnya, Ustaz Abdul Somad mengingatkan terdapat pelajaran di balik kisah kehidupan Che Guevara.

Maknanya, seseorang harus saling perduli.

Seperti dalam hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, berasal dari Abu Hamzah Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, beliau bersabda, 'Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri'.

"Apa maknanya, maka kepedulian adalah naluri kemanusiaan, seperti apa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW, 'Kalian tidak beriman, sampai kau sayang dengan saudaramu, sama seperti sayang pada diri sendiri'," jelasnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved