Rupanya Ini Alasan Pengembang Aruba Residence Cabut Aliran Listrik Rumah Warga

Pengembang Aruba Residence Depok punya alasan tersendiri sampai mencabut aliran listrik di rumah warga.

Rupanya Ini Alasan Pengembang Aruba Residence Cabut Aliran Listrik Rumah Warga
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Dinda Putri (tengah) selaku Legal Officer Aruba Residence mewakili manajemen PT Pemuda Depok memberi keterangan kepada wartawan di Aruba Residence, Senin (1/10/2018) siang. 

DEVELOPER perumahan Aruba Residence Depok, membeberkan sejumlah alasan pihaknya hingga sempat mencabut aliran listrik dari 7 rumah warga di perumahan yang mereka kelola itu, sejak 12 September sampai 26 September 2018 lalu.

Dinda Putri selaku Legal Officer Aruba Residence yang mewakili manajemen PT Pemuda Depok sebagai pihak developer, menyatakan bahwa pencabutan aliran listrik ke 7 rumah warga dilakukan setelah dua kali surat somasi yang mereka layangkan ke 7 penghuni rumah itu, tidak diindahkan sama sekali.

"Kami melayangkan surat somasi pertama kepada 7 penghuni rumah, yang intinya menyampaikan agar mereka menyelesaikan kewajiban mereka sebagai penghuni ke developer, paling lambat 7 hari setelah somasi dilayangkan," kata Dinda di Klub House Aruba Residence, di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Depok, Senin (1/10/2018).

Kewajiban ke 7 penghuni rumah yang belum diselesaikan itu kata Dinda adalah tunggakan pembayaran iuran pengelolaan lingkungan (IPL) bulanan, selama 7 sampai 8 tahun.

"Dalam surat somasi itu, kami sebutkan juga jika mereka tidak memperhatikan somasi kami, maka developer akan menutup jalan dan mencabut aliran listrik rumah mereka dari gardu milik developer, sampai adanya penyelesaian," kata Dinda.

Sayangnya setelah 7 hari, kata Dinda somasi pihaknya tidak juga membuahkan hasil.

"Sehingga pada 27 Agustus, kami layangkan somasi terakhir kepada penghuni," kata dia.

Karena tidak juga diindahkan tambah Dinda pihaknya akhirnya mencabut aliran listrik ke rumah 7 penghuni itu pada 12 September 2018.

"Pencabutan fasilitas oleh kami selaku developer terhadap 7 rumah yang tidak melakukan pelunasan atas tunggakan IPL. Ini merupakan tindak lanjut dari somasi kami," kata Dinda.

Meski begitu kata Dinda, pihak developer pada 26 September sudah memasang kembali fasilitas aliran listrik ke 7 rumah warga tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved