Dua Pekan Operasi Nila Jaya, Polisi Jaring 539 Orang Kasus Narkoba

Selama dua pekan, polisi menjaring 539 orang pelaku penyalahgunaan narkotika di sekitar wilayah Jakarta.

Dua Pekan Operasi Nila Jaya, Polisi Jaring 539 Orang Kasus Narkoba
Warta Kota/Rangga Baskoro
Polda Metro Jaya memperlihatkan pelaku yang terjerat kasus narkoba di Polda Metro Jaya. 

WARTA KOTA, SEMANGGI---Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba melakukan Operasi Nila Jaya 2018 sejak 12-26 September 2018.

Selama dua pekan pelaksanaannya, polisi menjaring 539 orang pelaku penyalahgunaan narkotika di sekitar wilayah Jakarta.

"Ada dua orang yang merupakan produsen, tiga orang merupakan bandar besar, 490 pengedar, dan 44 orang sebagai pemakai narkoba," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/10/2018).

Sebanyak 539 pelaku tersebut merupakan pengembangan dari 443 kasus.

Kemudian, Brigjen Wahyu Hadiningrat, tiga di antara pelaku ada juga yang merupakan warga negara asing (WNA).

Pihaknya mengamankan barang bukti berbagai jenis narkoba, di antaranya sabu seberat 7,09 kg, 6,72 kg ganja, 13.954 butir ekstasi, 68,21 gram heroin, dan 14 butir happy five.

Kemudian tembakau gorilla sebanyak 62,76 gram, pil baya sebanyak 1.141 butir, dan 8,80 gram narkoba jenis ketamin.

"Jumlah kasus yang berhasil ditangani ada 443 kasus. Dari 47 target operasi yang ditentukan, kita berhasil menangkap semua," katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyampaikan polisi banyak menerima informasi pengaduan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan narkoba.

Hal tersebut memudahkan pihaknya dalam melakukan penangkapan.

"Banyak masyarakat yang peduli, jadi tidak ditutup-tutupi. Narkoba ini adalah musuh kami bersama. Jadi banyak masyarakat yang memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Jadi kami lebih mudah untuk melakukan penangkapan di sana," kata Argo.

Pola penangkapannya dikembangkan melalui penangkapan pengguna narkoba.

Hingga kemudian berlanjut kepada pengedar, bandar hingga produsen narkoba.

"Tidak mungkin narkotika beli sndiri, pasti ada rentetannya dan kemudian juga kalau sudah menyangkut ke pengedar dan bandar pasti terputus. Tapi untuk yang lain-lain masih bisa kami pelajari," katanya.

Baca: Pemilik Rumah yang Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba Baru Tinggal Setahun

Baca: Polres Depok Tangkap 27 Tersangka Narkoba Sepanjang Operasi Nila Jaya

Baca: Peredaran Narkoba, Bareskrim Sebut Narkotika Sabu Masih Jadi Primadona di Indonesia

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved