VIDEO: Pembunuh Pensiunan TNI AL di Cilandak Menangis Usai Vonis

Supriyanto diberitahu oleh pengacaranya bahwa ibunya baru saja meninggal dua minggu yang lalu.

Supriyanto (20) divonis 12 tahun penjara atas aksinya merampok dan membunuh Hunaedi (80), pensiunan TNI AL di Cilandak, Jakarta Selatan pada April 2018 lalu. Vonis dibacakan Ketua Majelis Hakim Kartim Haerudin dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (25/9/2018).

"Mengadili menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam keadaan yang memberatkan mengakibatkan orang lain mati. Oleh karena itu menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan penjara 12 tahun," kata Kartim, Selasa sore.

Usai divonis, Supriyanto diberitahu oleh pengacaranya bahwa ibunya baru saja meninggal dua minggu yang lalu. Supriyanto pun tak kuasa menahan air matanya.

Kasus ini bermula dari pensiunan TNI AL bernama Hunaedi (83) tewas di rumahnya di Kompleks TNI AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada 5 April 2018 malam. Dia tewas bersimbah darah dengan beberapa luka tusuk.

Sebelum dibunuh, sehari sebelumnya Hunaedi menerima Supriyanto di rumahnya. Supriyanto awalnya berpura-pura menanyakan alamat kepada Hunaedi untuk mengamati situasi di rumah Hunaedi.

Saat Hunaedi lengah, Supriyanto masuk ke rumah tersebut dan mengambil uang Rp 3,2 juta di atas meja.

Keesokan harinya, Supriyanto kembali datang ke rumah korban dan pura-pura bertamu. Ketika ditanya maksud kedatangannya, Supriyanto malah mendorong Hunaedi dan mengambil uang Rp 200.000 di atas meja. Hunaedi yang sempat melawan ditusuk dan akhirnya tewas.

KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved