Kasus Narkoba, Penyesalan Pria Mengaku Anggota DPRD NTT saat Ditangkap Polisi

OH (46) yang mengaku sebagai anggota DPRD menyesali perbuatannya telah mengonsumsi sabu selama dua tahun.

Kasus Narkoba, Penyesalan Pria Mengaku Anggota DPRD NTT saat Ditangkap Polisi
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Aparat Polres Metro Jakarta Barat membekuk OH (46) yang mengaku anggota DPRD Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, di salah satu kamar hotel di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (25/9/2018) dini hari. OH ditangkap lantaran kedapatan melakukan transaksi sabu. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Kanit II Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Arif Oktora mengatakan, OH (46) yang mengaku sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, menyesali perbuatannya telah mengonsumsi sabu selama dua tahun.

Pengakuan OH ini saat pemeriksaan intensif pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Barat.

"OH ditangkap bersama teman wanitanya di salah satu kamar hotel di kawasan Tamansari, Jakarta Barat, yani HH (23). Dia sudah terbukti lakukan transaksi sabu di hotel itu. Kami turut menangkap UR (38), penjual sabu ke OH. Soal kasus ini, OH pun yang mengaku-ngaku dirinya sebagai anggota DPRD NTT, mengakui dirinya salah karena sudah mengonsumsi sabu selama dua tahunan lebih," kata Arif, Rabu (26/9/2018).

Polisi, kata Arif, menangkap OH, HH, dan UR pada Selasa (25/9/2018). Sebelum ditangkap, OH dan HH di kamar hotel sempat berpesta sabu bersama.

Polisi saat itu menggerebek kamar hotel tersebut dan dapati barang bukti berupa satu paket sabu seberat 0,27 gram.

"Selain mengaku menyesal, hasil pemeriksaan urnie OH dan HH juga terbukti positif sebagai pengguna narkoba dengan kandungan MDMA (ekstasi) dan methamphetamine. OH ini bilang juga sempat berhenti mengonsumsi. OH saat ini kembalu mengonsumi, lantaran dia tengah depresi anaknya meninggal mendadak, sekitar dua tahun lalu," katanya.

OH dalam pemeriksaan polisi mengatakan, ia mengonsumi sabu karena depresi setelah anaknya meninggal dunia.

"Akhirnya dia memilih konsumsi sabu. Sebagai pengganti emosinya dia," kata Arif.

Sementara UR, kata Arif, adalah residivis dan berpengalaman di dalam transaksi sabu.

"Tersangka UR adalah seorang penjual sabu di Jakarta dan sekitarnya dan berpengalaman di bidang ini (penjualan sabu) selama dua tahun lebih. Mantan narapidana atau residivis untuk kasus narkoba. Dia baru keluar penjara tahun 2017 di Jakarta. Kami lagi cari yang jual ke UR. Kami yakin dalam waktu dekat akan langsung kami tangkap," katanya.

Ketiganya dikenakan Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan diancam hukuman maksimal 12 tahun di bui.

Mengembangkan kasus ini, Arif mengatakan, apabila pihaknya berhasil menangkap pelaku lainnya bernisial YI, dan menyita sabu siap pakai.

"Kami mengamankan melalui penyamaran," kata Arif.

Penangkapan YI ini di Kawasan Mangga Besar Rabu sekira 17.30 WIB merupakan pelaku yang memasok sabu ke UR. Polisi masih mendalami kasus ini kembali.

"YI ditangkap saat berada di dalam angkot di kawasan Mangga Besar. Sekarang masih kami kembangkan kasusnya," katanya.

Baca: Polisi Ringkus Anggota DPRD Sumba Barat Daya Setelah Beli Sabu di Hotel Kawasan Taman Sari

Baca: 10 Penghuni Rumah Kos Positif Pemakai Narkoba saat Operasi Nila di Jatinegara

Baca: Sepasang Pengedar Narkoba Ditangkap Usai Hubungan Badan di Kos-kosan

Penulis: Panjibaskhara
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved