Tip

Bila Tak Mau Kena Pajak Progresif, Lakukan Ini Begitu Jual Mobil Atau Motor

Jika menjual mobil atau motor tetapi nama atau alamat tidak diblokir, maka ketika membeli kendaraan selanjutnya, kita akan terkena pajak progresif.

Bila Tak Mau Kena Pajak Progresif, Lakukan Ini Begitu Jual Mobil Atau Motor
Istimewa
ILUSTRASI Pajak progresif 

SEBAGIAN warga DKI Jakarta mungkin ada yang belum tahu soal pajak progresif. Peraturan itu sudah berlaku sejak 1 Juni 2015, dan pengenaannya berdasarkan alamat pemilik kendaraan bermotor.

Sebagai contoh, punya mobil atau motor lebih dari satu maka motor kedua itu kena pajak progresif.

Contoh lain, jika mobil atau motor sudah dijual, tetapi nama atau alamat tidak diblokir, maka ketika membeli mobil atau motor selanjutnya tetap kena pajak tersebut.

"Jadi kalau menjual kendaraan bekas itu, sebaiknya memblokir nama atau alamat tersebut," ucap Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Bayu Pratama kepada Kompas.com, Selasa (25/9/2018).

Melansir laman NTMCPolri, cara melakukan blokir itu, seperti bikin laporan ke samsat tempat kendaraan tercatat. Misalnya, Jakarta Timur, datangilah Samsat Jakarta Timur.

Form pencabutan atau pemblokiran sudah tersedia di sana.

Cara ini akan memaksa pembeli kendaraan lama Anda mengurus Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) sehingga tidak ada lagi mengurus pajak kendaraan dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dasar penentuan pajak progresif berdasarkan nama dan domisili atau minimal sesuai data di kartu keluarga.

Pajak progresif dikenakan terhadap satu keluarga yang memiliki kendaraan lebih dari satu.

Berikut cara dan syarat melaporkan kendaraan bermotor yang sudah dijual:

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved