167 PKL dan 20 Bangunan Liar di Jalan Baru Plenongan Depok Dibongkar Paksa Satpol PP

Sebanyak 167 PKL dan 20 bangunan liar berupa di Jalan Baru Plenongan, Pancoran Mas, Depok dibongkar paksa Satpol PP Kota Depok, Rabu.

167 PKL dan 20 Bangunan Liar di Jalan Baru Plenongan Depok Dibongkar Paksa Satpol PP
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sebanyak 167 pedagang kaki lima dan 20 bangunan liar berupa kios dan tempat usaha di Jalan Baru Plenongan, Pancoran Mas, Depok, atau di belakang gedung Kantor Wali Kota Depok, dibongkar paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Rabu (26/9/2018). 

SEBANYAK 167 pedagang kaki lima (PKL) dan 20 bangunan liar (bangli) berupa kios dan tempat usaha di Jalan Baru Plenongan, Pancoran Mas, Depok, atau di belakang gedung Kantor Wali Kota Depok, dibongkar paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Rabu (26/9/2018).

Pembongkaran paksa dilakukan karena lapak PKL dan bangli di sana berdiri hingga memakan dan menutup pedestrian jalan. Bahkan beberapa diantaranya hingga ke badan jalan.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto menuturkan pembongkaran paksa dilakukan, karena tiga kali surat teguran ditambah surat perintah bongkar, yang dilayangkan pihaknya ke para PKL dan pemilik bangli tidak juga diindahkan.

"Dalam surat teguran dan surat perintah bongkar yang kami layangkan, mereka kami minta tidak berjualan hingga menutup pedestrian jalan dan badan jalan. Sebab hal itu melanggar aturan berupa Perda Depok," kata Yayan yang memimpin langsung penertiban PKL dan bangli di lokasi pembongkaran, Rabu.

Dengan penertiban ini kata Yayan diharapkan Jalan Baru Plenongan menjadi ramah bagi pejalan kaki dan tidak lagi macet parah. "Sebab pedestrian adalah hak pejalan kaki dan kami ingin menjamin itu. Selain itu keberadaan PKL hingga ke badan jalan kerap menjadi sumber kemacetan di sini," kata Yayan.

Penertiban berupa pembongkaran paksa ini dilakukan petugas secara manual. Beberapa petugas terpaksa menggunakan godam untuk membongkar bagian bangunan yang berdiri di atas pedestrian jalan.

Sejumlah lapak PKL dan material bangunan kios yang dibongkar juga disingkirkan petugas.

Pembongkaran oleh Satpol PP Depok ini didampingi juga oleh sejumlah petugas gabungan dari kepolisian dan TNI.

Beberapa PKL dan pemilik bangli tampak sibuk mengeluarkan barang dagangan dan barang berharga mereka dari kios bangunan yang dibongkar. Para petugas Satpol PP kelihatan ikut membantu mereka, disamping beberapa diantaranya sibuk membongkar paksa lapak PKL dan bangli.

Keberadaan PKL kata Yayan telah melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012, tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum (Tibum) serta Perda Depok tentang Mendirikan Bangunan.

Sebab bangunan dan lapak PKL berdiri di atas trotoar atau pedestrian jalan yang merupakan fasos fasum, dan bahkan beberapa menggunakan badan jalan.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved