Warga Aruba Residence Depok Nilai PLN Dilecehkan Pengembang

"Petugas PLN belum bisa menyambung kabel di panel ke aliran listrik warga karena selalu dihalangi pengembang," katanya.

Warga Aruba Residence Depok Nilai PLN Dilecehkan Pengembang
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Rombongan petugas PLN bersama aparat terkait datang ke Aruba Residence di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, untuk menyambungkan aliran listrik ke 7 rumah warga di sana, namun gagal karena dihalangi pengembang. 

GAGALNYA PLN Area Kota Depok melakukan penyambungan kembali aliran listrik ke 7 rumah warga di perumahan Aruba Residence, di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Selasa (25/9/2018) sangat disesalkan warga perumahan tersebut.

Mereka menilai hal ini menandakan bahwa institusi negara yakni PLN dan kepolisian tidak berdaya menghadapi pengembang Aruba Residence, PT Fibros Development.

Selain itu warga menganggap pengembang sudah melecehkan PLN Depok.

Sebab 7 rumah warga yang aliran listriknya diputus sepihak oleh pengembang ini sudah terjadi sejak 12 September lalu dan sejak saat itu sudah dilaporkan ke PLN dan polisi.

"Jadi sudah 12 hari ini, hak kami sebagai warga negara Indonesia serta konsumen PLN untuk mendapatkan listrik, tidak juga dapat dipenuhi PLN. Kami sebagai konsumen jelas menuntut hak kami kepada PLN. Kalau begini, artinya PLN tidak berdaya menghadapi pihak ketiga, yang memutus aliran listrik ke kami sebagai konsumennya. PLN lemah dan tak bersikap, serta tak ada langkah hukum apapun," papar Parta, salah seorang warga Aruba Residence yang aliran listrik di rumahnya diputus pengembang, Selasa (25/9/2018).

Padahal, kata Parta, Pemerintah Kota Depok melalui Wali Kota Depok telah memerintahkan semua stake holder di Depok termasuk PLN, agar memastikan warga Aruba kembali mendapatkan hak dasar mereka. Yakni listrik sebagai konsumen PLN selama ini.

Rombongan petugas PLN bersama aparat terkait datang ke Aruba Residence di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, untuk menyambungkan aliran listrik ke 7 rumah warga di sana, namun gagal karena dihalangi pengembang.
Rombongan petugas PLN bersama aparat terkait datang ke Aruba Residence di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, untuk menyambungkan aliran listrik ke 7 rumah warga di sana, namun gagal karena dihalangi pengembang. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Jadi, hasil koordinasi antara Pemkot Depok, Polisi dan PLN Depok, selama ini hanya begini saja. Kami tetap tak mendapatkan hak kami. Sebetulnya ini adalah bentuk pelecehan terhadap Institusi Negara. Karena nyatanya negara tak berdaya menghadapi pengembang," kata Parta yang juga menjabat ketua RT di Aruba Residence.

Meski begitu tambah Parta, warga sepakat akan terus berjuang untuk mendapatkan hak mereka.

Sebab jika apa yang dilakukan pengembang ke 7 rumah warga dibiarkan, maka puluhan rumah warga lain di Aruba Residence juga terancam diperlakukan hal serupa.

Apalagi pengembang sudah mengancam penghuni rumah lainnya di Aruba Residence, akan diperlakukan hal serupa jika tak juga mau membayar iuran pengelolaan lingkungan (IPL) yang besarannya ditentukan pengembang.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved