Media Sosial

Bolehkah Pakai Obat Kuat dalam Hubungan Suami Istri? Ini Jawaban Ustaz Abdul Somad

Seorang jemaah bertanya kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) tentang hukum menggunakan obat kuat.

Bolehkah Pakai Obat Kuat dalam Hubungan Suami Istri? Ini Jawaban Ustaz Abdul Somad
Surya Malang
Ustaz Abdul Somad 

SEORANG jemaah bertanya kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) tentang hukum menggunakan obat kuat.

Penggunaan obat kuat yang dimaksud adalah dalam berhubungan suami istri.

Menurut UAS, orang menggunakan obat kuat karena tidak perkasa di atas ranjang.

Penyakit lemah syahwat ini ternyata telah disebut dalam kitab fiqih. Istilah lemah syahwat sesuai dengan kitab fiqih disebut innin.

Bagi laki-laki yang menderita penyakit ini dianjurkan untuk berobat.

UAS mengatakan bahwa lama pengobatannya memakan waktu satu tahun.

Bagi pasangan sah secara hukum dan agama, bila dalam setahun pengobatan sang suami tak kunjung sembuh, maka istri boleh menggugat cerai ke pengadilan.

Baca: Salah Satu Pengeroyok Haringga Sirla Lulusan SD, Sehari-hari Bantu Orang Tua Jual Bensin Eceran

Akan tetapi, untuk menghindari hal itu, biasanya laki-laki memilih menggunakan obat kuat demi kepuasan seksual.

Baca: Novel Bamukmin Harap Pengganti Sandiaga Uno Bisa Rangkul Umat Islam dan Tolak Reklamasi

"Tapi kemudian dimakannya lah pil obat kuat Viagra. Setelah itu jantungnya pun meletup, fuhh, mati. Kap 70 diisi minyak pesawat, meletup lah," ujar UAS dalam sebuah video yang diunggah channel YouTube Ustadz Lovers, 22 Desember 2017 silam.

Lalu, pengobatan seperti apakah yang dianjurkan, terutama bagi Umat Islam?

UAS menjelaskan apabila laki-laki lemah syahwat, dianjurkan untuk menempuh pengobatan yang syar'i dan tidak menimbulkan efek samping.

Tujuannya adalah untuk memperbaiki yang tidak baik, bukan memperturutkan hawa nafsu, apalagi hiperseksual.

Halaman
123
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved